Empat Dosa Dimov Terungkap, Bonek Minta Bek Persebaya Hengkang!
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 39 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Empat kesalahan besar Dime Dimov kembali terungkap, dan Bonek kini secara terbuka meminta bek asal Balkan tersebut untuk pergi pada akhir musim. Kemarahan para suporter memuncak setelah ia tampil buruk kembali saat Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-14 Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11).
Pertandingan tersebut sebenarnya berlangsung sengit, namun perhatian Bonek justru tertuju pada kelemahan lini pertahanan Persebaya Surabaya pada momen krusial. Dimov dianggap kembali menjadi titik lemah sehingga Green Force gagal meraih kemenangan di detik-detik akhir pertandingan.
Persebaya Surabaya sebenarnya sempat unggul setelah kekacauan di depan gawang Bhayangkara membuat bola liar diambil oleh Catur Pamungkas sebelum mengenai Putu Gede dan masuk ke gawang sendiri. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang pada menit 90+8 ketika Dendy Sulistyawan menyundul bola ke tiang jauh setelah memenangkan pertandingan udara melawan Dimov. Peristiwa ini menjadi pemicu kritik besar yang sudah menumpuk sejak awal musim.
Bonek mengungkap “4 kesalahan Dimov” dalam empat pertandingan berbeda ketika melawan Bali United, Persija Jakarta, Arema FC, dan Bhayangkara FC yang semuanya berakhir dengan gol akibat kesalahan individunya.
Bali United
Dalam pertandingan melawan Bali United, Dimov kalah dalam duel satu lawan satu melawan Boris Kopitovic. Kekalahan ini dianggap sangat berbahaya karena memberi ruang bagi pemain depan tersebut untuk mencetak gol yang seharusnya dapat dihindari dengan antisipasi yang lebih baik.
Persija Jakarta
Pada pertandingan melawan Persija, ia kembali mengalami kesulitan saat tidak mampu menghalangi Gustavo Almeida. Gustavo melewati pengawasannya dan menyundul bola dengan bebas sehingga Persebaya Surabaya kebobolan dalam situasi yang tidak menjanjikan.
Arema FC
Saat menghadapi Arema FC, kesalahan yang dilakukannya mencapai titik tertinggi ketika ia mencetak gol bunuh diri. Bonek menganggap kesalahan ini tidak dapat diterima karena terjadi dalam situasi yang sama sekali tidak memberikan tekanan signifikan terhadap lini pertahanan.
Bhayangkara FC
Kesalahan terbaru terjadi di Lampung ketika ia kalah dalam duel udara melawan striker lokal Dendy Sulistyawan. Meskipun memiliki tinggi badan yang lebih unggul, posisinya dianggap tidak tepat sehingga Dendy mampu menyundul bola bebas ke tiang jauh tanpa hambatan signifikan.
Akun resmi @onlinepersebaya mengungkapkan kritik tajam yang mencerminkan ketidakpuasan sebagian besar penggemar.
“Anda bisa bermain dengan baik selama 89 menit, tetapi satu kesalahan yang Anda lakukan dapat memengaruhi hasil pertandingan. Jadi mohon segera perbaiki penampilan Anda dan kurangi melakukan kesalahan saat bertahan,” tulis akun tersebut.
Mereka juga menguraikan empat kesalahan Dimov dalam semua pertandingan tersebut sebagai bentuk evaluasi yang terbuka.
Di unggahan yang sama, admin menegaskan pendiriannya terhadap komentar negatif yang menganggap kritik tersebut terlalu tajam dengan menulis.
Hmm, mereka pemain profesional yang dibayar untuk bermain dengan baik demi membantu tim. Wajar jika dikritik jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Yang terpenting adalah tidak melebihi batas.
Reaksi dari para suporter Bonek juga tidak kalah keras dan semakin memperkuat gelombang penolakan terhadap bek tersebut. Beberapa di antaranya menulis, “Putaran kedua Dimov perlu evaluasi menyeluruh,” sementara yang lain secara tegas mengajukan, ” #DimovOut.”
Beberapa penggemar menganggap Dimov tampil menurun karena sebelumnya didukung oleh pasangan yang dimainkannya dengan bek asing lain.
“Musim lalu dia diselamatkan oleh Slavko yang tampil bagus, awal musim ini juga diselamatkan oleh Risto yang bermain baik, ketika dia tidak dipantau oleh bek asing lain, terlihat kualitasnya seperti apa. Biasa saja,” tulis seorang Bonek yang merasa kecewa.
Kritik lain muncul mengenai kondisi fisik dan gerakannya di lapangan yang dinilai tidak memadai untuk kompetisi selevel Super League.
“Speed juga buruk, lihat cara berjalan sudah aneh, tidak seperti pemain sepak bola, pantas diganti di putaran kedua,” tulis Bonek lainnya.
Banyak orang juga mengkritik kekalahan Dendy sebagai tanda ketidakmampuan dasar dalam bertahan.
“Pemain asing dengan postur tubuh lebih unggul dari Dendy tetapi kalah dalam duel, itu menunjukkan bahwa penempatan posisi Dimov tidak baik,” tulis salah satu komentar yang menyindir secara tajam.
Di tengah berbagai kritik yang muncul, Persebaya Surabaya berhasil meraih satu poin dan kini berada di posisi delapan dengan total 17 poin. Namun, performa yang tidak stabil dari lini pertahanan membuat para penggemar menilai perlu adanya perubahan besar jika Green Force ingin bersaing lebih baik pada putaran kedua.
Tekanan terhadap Dimov semakin meningkat karena kesalahannya langsung berdampak pada kehilangan poin penting. Jika penampilannya tidak segera membaik, kemungkinan besar harapan Bonek agar manajemen melepas bek tersebut di akhir musim akan menjadi kenyataan. ***





Saat ini belum ada komentar