“Ini kan bisa mematikan usaha toko peracangan di kampung – Kampung,” tambah Fathoni
Sebab bila gulung tikar, menurut Fathoni bisa memicu pengangguran, tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, dan sulit untuk menyambung hidup.
Pun tambah Fathoni bertentangan dengan semangat Walikota Surabaya untuk menciptakan kesejahteraan warga masyarakat kota Pahlawan melalui program Kampung Madani
“Kalau sudah gulung tikar kan memicu pengangguran baru, ini tentu bertentangan dengan semangat Mas Wali (Eri Cahyadi) untuk membentuk Kampung Madani menciptakan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah ekonomi itu,” ungkap Arif Fathoni. (dk/nw)