Ketua DPRD dan Wabup Pasuruan: KKolaborasi Antara Pemerintah dan Swasta untuk Membangun Desa yang Mandiri
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya mewujudkan desa yang unggul dan mandiri, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi kunci utama. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat dalam sebuah talk show yang digelar di Desa Kepulungan, Gempol.
Peran Perusahaan dalam Pembangunan Desa
Pemerintah daerah telah mengesahkan peraturan daerah terkait tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR). Dengan adanya perda ini, perusahaan di Kabupaten Pasuruan mulai menyerahkan data tentang kegiatan CSR yang mereka lakukan. Menurut Samsul Hidayat, saat ini terdapat lebih dari 2.000 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Dengan perda TJSL, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan dari perusahaan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyediaan Tim Fasilitator untuk Memastikan Alokasi Dana yang Tepat
Gus Shobih, panggilan akrab Wakil Bupati Pasuruan, menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan tim fasilitator untuk mendukung implementasi perda TJSL. Tujuannya adalah agar bantuan dari perusahaan bisa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Hal ini sangat penting mengingat pengurangan anggaran daerah pada tahun 2026 akan berdampak pada penurunan dana desa.
Pengurangan Dana Desa dan Dampaknya
Pengurangan anggaran daerah sebesar Rp 580 miliar pada tahun 2026 akan berdampak langsung pada dana desa. Hal ini menjadi salah satu topik pembahasan dalam sesi tanya-jawab talk show. Peserta yang hadir, termasuk para kepala desa dan pengurus BUMDes, menyampaikan kekhawatiran terhadap kemampuan desa dalam menjalankan program pembangunan tanpa dukungan anggaran yang cukup.
Potensi Ekonomi Desa yang Harus Dikembangkan
Selain masalah anggaran, talk show juga membahas potensi ekonomi yang dimiliki oleh desa-desa di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya adalah pemandian air panas di Desa Kepulungan yang kini menjadi salah satu penopang ekonomi setempat. Samsul Hidayat dan Gus Shobih meninjau lokasi tersebut dan menyatakan bahwa pengembangan objek wisata seperti ini bisa menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat desa.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan
Kehadiran peserta talk show yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengurus kepemudaan dan BUMDes, menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam ikut serta dalam proses pembangunan. Mereka menanyakan berbagai hal terkait mekanisme CSR, cara mengajukan proposal, hingga bagaimana memperkuat kemitraan antara pemerintah dan swasta.
Langkah Konkret untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Menurut Samsul Hidayat, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada regulasi, tetapi juga berupaya keras dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan desa-desa di Kabupaten Pasuruan dapat berkembang secara mandiri dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Talk show yang digelar ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan desa yang unggul dan mandiri. Dengan langkah-langkah konkret seperti perda TJSL dan pengembangan potensi lokal, Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk mewujudkan visi tersebut. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar