Fanny Ghassani Terbayang Kematian Saat Diperlakukan Seperti Jenazah di Film Riba
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah adegan dalam sebuah film dapat berdampak secara psikologis dan mental terhadap aktor yang memerankannya. Oleh karena itu, setelah selesai memainkan satu peran dalam film, biasanya para aktor membutuhkan waktu jeda untuk kembali ke kehidupan nyata dengan melepaskan karakter yang mereka mainkan selama proses pengambilan gambar.
Hal tersebut juga dirasakan oleh artis Fanny Ghassani ketika memainkan peran sebagai Rohmah, istri dari Sugi yang diperankan Ibrahim Risyad dalam film Riba.
Di film yang akan tayang di bioskop mulai 4 Desember 2025, Fanny Ghassani mengakui beberapa adegan yang ia mainkan cukup berat tetapi memukau. Termasuk adegan ketika ia diperlakukan seperti mayat atau seseorang yang telah meninggal.
Saat mengalami kematian, itu merupakan perjalanan bagi saya. Ketika kita masih manusia biasa, kita bebas bergerak dan melakukan apa saja. Namun ketika dibungkus kain kafan, rasanya benar-benar tidak berdaya. Itu adalah pengalaman akting yang penuh dengan emosi bagi saya,” ujar Fanny Ghassani di kawasan Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia langsung mengingat kematian ketika diperlakukan seperti mayat. Tangan dan kakinya diikat, tubuhnya juga diikat, bahkan lubang hidungnya ditutup dengan kapas.
Fanny Ghassani awalnya mengira adegan semacam itu akan terasa biasa. Namun setelah mengalaminya sendiri, ia langsung membayangkan tentang kematian dan kehidupan berikutnya setelah kematian.
“Saya sangat takut karena langsung membayangkan kematian. Kita semua pasti akan mati dan mungkin tidak siap ketika waktunya tiba. Rasanya sangat berat perasaannya saat itu,” kata Fanny Ghassani.
Di sisi lain, Titin Suryani selaku produser film Riba mengungkapkan kegembiraannya melihat respons penonton dalam acara pemutaran perdana sebelum rilis di bioskop.
“Respon penonton ternyata sesuai dengan yang kami harapkan. Saya sangat berterima kasih melihat para penonton mampu merasakan apa yang ingin kami sampaikan melalui film Riba ini,” ujar Titin Suryani.
Menurutnya, film Riba bukan hanya sekadar film yang bertujuan untuk menakuti penonton. Namun, terdapat pesan kuat yang mengajak untuk menjauhi praktik riba, yang dapat berdampak buruk pada kehidupan dan mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. ***





Saat ini belum ada komentar