Gali Freitas Pecahkan Rekor, Meski Persebaya Ditahan Bhayangkara FC
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Gali Freitas kembali menjadi sorotan setelah meraih angka tertinggi dalam pertandingan Persebaya Surabaya yang berakhir imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Penampilannya yang luar biasa di sisi sayap membuat Green Force tetap mampu memberikan tekanan hingga menit terakhir.
Persebaya Surabaya meraih satu poin dari pertandingan sengit yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada malam Jumat. Hasil imbang ini membuat mereka berada di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan total 17 poin.
Sejak babak kedua dimulai, Green Force langsung memberikan serangan cepat dan kuat.
Empat menit kemudian, Bruno Moreira hampir membawa tim tamu unggul setelah melewati pengawalan Lautaro Jose dan melakukan tendangan datar yang sedikit meleset.
Tekanan yang diberikan oleh Persebaya Surabaya semakin memuncak dan kesempatan emas muncul pada menit ke-55. Mihailo Perovic memberikan umpan pendek kepada Malik Risaldi yang langsung mengambil bola, tetapi kiper Aqil Savik melakukan penyelamatan penting.
Momen serangan Persebaya Surabaya tetap terjaga dan salah satu penggerak utamanya adalah Gali Freitas. Pada menit ke-64, pemain asal Timor Leste itu memberikan umpan tepat kepada Mihailo di area penalti, meskipun finishingnya masih melebihi gawang.
Perdagangan serangan berlangsung cepat saat pertandingan memasuki menit ke-75. Kedua tim kesulitan menciptakan ancaman signifikan hingga akhirnya melakukan pergantian pemain guna meningkatkan intensitas permainan.
Petugas Uston Nawawi memasukkan Rizky Dwi menggantikan Malik Risaldi untuk meningkatkan kecepatan di lini sayap. Perubahan ini menjaga agresivitas Persebaya Surabaya dalam menekan pertahanan Bhayangkara FC.
Namun tuan rumah juga tidak diam dan hampir menciptakan gol pada menit ke-80 melalui sundulan Nehar Sadiki. Ernando Ari tampil luar biasa dengan melompat untuk menghalau bola yang menuju tiang jauh.
Justru Persebaya Surabaya yang akhirnya mencetak gol dua menit berikutnya melalui situasi kekacauan. Bola liar diambil oleh Catur Pamungkas dan upaya clearance Putu Gede menyebabkan bola masuk ke gawang sendiri sehingga Green Force unggul 0-1.
Sayangnya keunggulan tersebut tidak bertahan hingga peluit akhir.
Bhayangkara FC mencapai skor imbang pada menit 90+8 melalui tendangan kepala Dendy Sulistyawan yang memanfaatkan umpan dari luar lapangan dan mengarah ke tiang jauh yang tidak bisa dijangkau oleh Ernando.
Skor 1-1 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir meskipun Persebaya Surabaya terus berusaha bangkit di menit akhir. Hasil imbang ini mencerminkan betapa sengitnya pertarungan yang berlangsung sepanjang 90 menit lebih.
Di balik pencapaian tersebut, kinerja individu para pemain Persebaya Surabaya mendapat perhatian, terutama nilai tinggi yang diraih Gali Freitas. Pemain yang dikenal gesit ini meraih skor 7.8, tertinggi di antara seluruh pemain yang turun bermain.
Gali tampak mendominasi dalam penguasaan bola di sisi kiri dan menjadi pengatur serangan yang sulit dikendalikan oleh pertahanan Bhayangkara FC. Beberapa umpannya menghasilkan peluang berbahaya yang seharusnya bisa berubah menjadi gol bagi Green Force.
Selain Gali, beberapa pemain lain juga menunjukkan performa yang baik, seperti Ernando Ari dengan skor 7.7 yang mencatatkan penyelamatan krusial sepanjang pertandingan. Leonardo Silva Lelis juga tampil konsisten dalam menjaga lini belakang dengan skor 7.6 dan tenang dalam menghadapi tekanan dari lawan.
Mihailo Perovic yang menjadi fokus serangan Persebaya Surabaya mendapat skor 7.2. Ia beberapa kali menciptakan kesempatan, termasuk umpan mematikan dan kombinasi serangan cepat yang mengganggu konsentrasi pemain bertahan Bhayangkara.
Di sisi lain, beberapa pemain masih dinilai belum tampil optimal, seperti Milos Raickovic yang mendapatkan skor 6.3. Meskipun demikian, kehadirannya tetap menjadi bagian yang penting dalam sistem permainan Uston Nawawi.
Pemain cadangan seperti Moch Ichsas Baihaqi dan Rizky Dwi Pangestu juga turut memberikan nuansa pada sisa pertandingan. Keduanya masuk saat tingkat intensitas permainan meningkat, sehingga kontribusinya tetap memberi semangat tambahan bagi Persebaya Surabaya.
Secara keseluruhan, penampilan Persebaya Surabaya pantas mendapat apresiasi meskipun kemenangan tidak berhasil diraih pada menit akhir.
Peran Gali Freitas sebagai penggerak serangan menjadi bukti besar mengenai peran kreativitas di lini depan Persebaya Surabaya musim ini. Konsistensi Gali dalam setiap pertandingan menjadikannya semakin dipercaya dan menjadi idola masyarakat Surabaya.
Pencapaian peringkat tertinggi dalam pertandingan ini semakin memperkuat kualitasnya sebagai pemain paling berpengaruh di lapangan ketika Green Force tampil dengan agresif.
Pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi pengingat bahwa Persebaya Surabaya sudah berada di jalur yang tepat, meskipun masih membutuhkan perbaikan dalam menjaga konsentrasi hingga menit akhir. Kontribusi Gali Freitas bisa menjadi bekal kuat bagi Green Force untuk meraih hasil lebih baik di pertandingan selanjutnya. ***





Saat ini belum ada komentar