Uston Nawawi Kecewa! Persebaya Kecolongan di Akhir Pertandingan vs Bhayangkara FC
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Uston Nawawi terlihat menahan rasa kecewa setelah Persebaya Surabaya kembali gagal mempertahankan kemenangan yang hampir diraih. Ia menyatakan hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC terasa sangat menyakitkan karena gol penyamaan datang di detik akhir pertandingan.
Pelatih sementara Persebaya Surabaya mengungkapkan perasaan jujurnya setelah pertandingan yang berlangsung di Bandar Lampung.
“Kami sangat kecewa karena kemasukan di menit akhir,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menilai anak didiknya sebenarnya tampil optimal dan memperlihatkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.
“Kami bersyukur para pemain telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan ini,” kata Uston.
Bagi Uston, performa tim secara keseluruhan cukup baik, namun konsentrasi di akhir pertandingan kembali menjadi kendala. Ia mengatakan para pemain telah menjalankan instruksi dengan baik, tetapi satu momen kehilangan fokus membuat segalanya berubah.
Persebaya Surabaya sebenarnya sudah dalam posisi unggul ketika mencetak gol 1-0 pada menit ke-82 melalui gol bunuh diri pemain Bhayangkara yang terjadi akibat keributan di depan gawang tuan rumah. Gol tersebut memberikan semangat yang lebih tinggi kepada Green Force karena mereka merasa situasi sedang menguntungkan mereka.
Namun, harapan itu sirna ketika waktu tambahan hampir berakhir dan Dendi Sulistyawan mencetak gol penyama untuk Bhayangkara. Kondisi ini membuat pemain Persebaya Surabaya hanya bisa terpaku karena kemenangan yang hampir diraih tiba-tiba hilang.
Uston menyebut kondisi semacam ini menjadi pelajaran berat bagi timnya agar tidak mengabaikan kewaspadaan hingga menit akhir pertandingan. Ia menilai Liga Super memiliki tingkat kompetisi yang tinggi sehingga setiap detik bisa memengaruhi alur pertandingan.
Dalam wawancara yang sama, Uston juga menyoroti beberapa keputusan wasit yang dirasa merugikan Persebaya Surabaya. “Tensi tinggi memang terjadi di Super League, tetapi ada beberapa keputusan yang menurut saya tidak seharusnya mendapat kartu kuning,” katanya.
Meski demikian, ia memutuskan untuk tidak membicarakan terlalu dalam mengenai wasit agar tidak memperburuk suasana. “Jadi saya tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut tentang wasit lapangan,” tambahnya.
Bagi Uston, keputusannya untuk menahan diri merupakan bagian dari menjaga konsentrasi tim agar tidak terganggu oleh isu kontroversial. Ia berharap Persebaya Surabaya tetap fokus pada evaluasi internal daripada membuang energi pada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan.
Hasil imbang tersebut menyebabkan Persebaya Surabaya terjebak di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 17 poin yang berasal dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kondisi ini membuat Uston semakin menekankan betapa pentingnya memperhatikan hal-hal kecil dalam setiap pertandingan.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi Lampung FC melonjak ke peringkat ketujuh dengan 19 poin yang diraih dari lima kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Tambah satu poin dari pertandingan ini memperkuat persaingan di zona tengah.
Pertandingan berlangsung dengan suasana penuh tekanan karena kedua tim membutuhkan poin untuk meningkatkan posisi mereka. Kondisi ini membuat setiap pelanggaran, kartu, dan kesempatan terasa lebih penting bagi masing-masing tim.
Pemain Persebaya Surabaya berupaya mempertahankan keunggulan setelah gol dari lawan, namun tekanan Bhayangkara semakin membesar dalam 10 menit terakhir. Hal ini membuat Persebaya Surabaya lebih banyak bertahan dan kehilangan kendali atas serangan.
Gol penyama kedudukan yang tercipta di masa tambahan waktu menjadi pukulan berat bagi Green Force. Saat itu, suasana di kubu Persebaya Surabaya menjadi sunyi karena mereka merasa telah cukup disiplin dalam menjaga lini pertahanan.
Uston berharap rasa kecewa tersebut tidak mengurangi kepercayaan diri para pemainnya. Justru, ia ingin pengalaman sulit ini menjadi bahan penting dalam memperkuat semangat tim di masa depan. Menurutnya, semangat dan tekad para pemain patut dihargai meskipun hasil akhir belum memuaskan. Ia menegaskan bahwa para pemain telah memberikan yang terbaik di lapangan, dan hal itu menjadi bekal positif.
Uston juga menekankan bahwa timnya tidak boleh terjebak dalam rasa kecewa karena jadwal pertandingan sangat padat. Mereka harus segera beralih fokus ke laga berikutnya agar tidak kehilangan poin yang tidak penting. Ia memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh agar kesalahan yang sama tidak terulang. Persebaya Surabaya perlu meningkatkan konsentrasi dan ketenangan pada menit-menit penting yang sering menentukan hasil pertandingan.
Uston yakin timnya akan bangkit karena para pemain memiliki semangat yang tangguh dalam menghadapi tekanan. Meskipun “kecewa karena kebobolan di menit akhir,” ia percaya kondisi ini menjadi dorongan semangat untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Dengan dasar kerja keras yang telah ditunjukkan oleh para pemain, Uston berharap Persebaya Surabaya dapat kembali menemukan stabilitasnya. Ia berharap hasil ini menjadi awal perubahan yang membuat Green Force semakin dewasa dalam kompetisi Super League musim ini. ***





Saat ini belum ada komentar