Atlet Remaja Dilecehkan 6 Kali oleh Pengurus Perbakin Surabaya, Kasus Terungkap Setelah Korban Berani Bicara
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus pelecehan seksual terhadap atlet muda yang dilakukan oleh pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya kini menjadi perhatian publik. Seorang atlet berusia 15 tahun, berinisial DS, mengalami pelecehan hingga enam kali dari mantan pengurus Perbakin berinisial JL.
Pelecehan Terjadi dalam Berbagai Bentuk
Menurut penuturan paman korban, E, kejadian ini pertama kali terjadi pada akhir 2024 atau awal 2025. Saat itu, korban mulai latihan menembak dengan bimbingan orang tua. Namun karena kendala, orang tua korban menitipkan anaknya kepada pelaku sebagai pelatih untuk mendampingi dan mengantar pulang. Kepercayaan tersebut justru disalahgunakan oleh pelaku.
“Yang pertama itu di lingkup lapangan Perbakin, berupa hukuman gelitik. Lambat laun, tindakan itu jadi terbiasa dan meranah ke pegang-pegang,” kata E kepada wartawan.
Dari Hukuman Gelitik Hingga ke Hotel
Pelecehan pertama terjadi sebelum Ramadan 2026 di lingkungan lapangan tembak. Tindakan pelecehan dilakukan di dalam ruangan tempat latihan. Kemudian, korban kembali melakukan kesalahan dan mendapat hukuman lagi di mobil. Akhirnya, kasus terakhir terjadi saat korban dibawa ke hotel. Meski pelaku melakukan aksi bejat, korban mengaku tidak sampai disetubuhi.
Korban Mengambil Keberanian untuk Menceritakan Kekerasan
Kasus ini baru terungkap setelah korban berani membuka mulut. Penyebab utamanya adalah ketidaknyamanan yang dialami selama beberapa waktu. Dengan bantuan keluarga, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Langkah yang Diambil oleh Pihak Terkait
Setelah laporan diterima, pihak Perbakin Surabaya dan aparat hukum mulai menindaklanjuti kasus ini. Proses penyelidikan sedang berlangsung, sementara korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis.
Komentar Ahli tentang Pentingnya Perlindungan Atlet
Dalam keterangannya, ahli psikologi remaja, Dr. Siti Nurul Hikmah, menekankan pentingnya perlindungan terhadap atlet muda.
“Pelecehan seperti ini tidak hanya merusak masa depan korban secara fisik, tetapi juga mental dan emosional. Seluruh komunitas olahraga harus lebih waspada dan siap memberikan perlindungan maksimal bagi atlet,” ujar Dr. Siti.
Langkah Preventif untuk Mencegah Pelecehan di Olahraga
Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, beberapa langkah bisa diambil:
– Pelatihan tentang etika dan batasan antara pelatih dan atlet.
– Sistem pelaporan yang aman dan cepat.
– Pendampingan psikologis bagi korban.
Kasus pelecehan terhadap atlet muda oleh pengurus Perbakin Surabaya menjadi peringatan bahwa kepercayaan harus dijaga dengan tanggung jawab. Seluruh pemangku kepentingan di bidang olahraga perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan profesional bagi para atlet.***

>

Saat ini belum ada komentar