Terminal Teluk Lamong Jadi Hub Strategis, COSCO Hadirkan Layanan North China–South East Asia Express
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin mengukuhkan posisinya sebagai hub logistik dan perdagangan internasional di kawasan Indonesia Timur.
Hal itu ditandai dengan kedatangan perdana kapal MV Cosco Haifa yang melayani rute North China–South East Asia Express Service milik COSCO Shipping Lines di Dermaga Internasional Terminal Teluk Lamong, Rabu (3/6/2026).
Masuknya layanan COSCO menjadi langkah strategis yang memperkuat konektivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok sekaligus meningkatkan peran Terminal Teluk Lamong dalam jaringan rantai pasok global.
MV Cosco Haifa yang berbendera Hong Kong tiba di Terminal Teluk Lamong pada pukul 16.30 WIB. Kapal peti kemas tersebut memiliki panjang 261 meter, lebar 32 meter, bobot 49.949 ton, dan kapasitas angkut hingga 4.250 TEUs.
Melalui layanan North China–South East Asia Express, COSCO menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di Tiongkok seperti Xingang, Dalian, Qingdao, Ningbo, dan Nansha dengan Jakarta serta Surabaya.
Jalur pelayaran ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mempercepat arus perdagangan internasional.
Pada kunjungan perdananya, MV Cosco Haifa melakukan aktivitas bongkar muat sebanyak 1.142 TEUs yang terdiri dari 756 TEUs peti kemas bongkar dan 386 TEUs peti kemas muat.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyambut langsung kedatangan kapal tersebut.
Ia menegaskan bahwa kehadiran layanan COSCO menjadi bukti meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap kualitas layanan dan kinerja operasional Terminal Teluk Lamong.
“Kehadiran layanan COSCO merupakan milestone penting bagi Terminal Teluk Lamong.
Layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok,
tetapi juga menunjukkan kepercayaan pelayaran global terhadap produktivitas dan kualitas layanan yang kami berikan,” ujar David.
Menurutnya, Terminal Teluk Lamong terus mencatat pertumbuhan positif pada arus peti kemas internasional.
Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional tercatat tumbuh lebih dari 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
David menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan, optimalisasi operasional,
serta kerja sama yang erat dengan pengguna jasa dan perusahaan pelayaran internasional.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Terminal Teluk Lamong semakin dipercaya sebagai gerbang perdagangan internasional.
Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang efisien, andal, dan berstandar global,” katanya.
Owner Representative COSCO Shipping Lines Surabaya, Yan Richard Ruiqiang, mengapresiasi perkembangan yang dicapai Terminal Teluk Lamong dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menilai terminal tersebut berhasil menghadirkan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan pelayaran global.
“Kami melihat Terminal Teluk Lamong terus berkembang secara positif, baik dari sisi operasional maupun komersial.
Keandalan pelayanan, produktivitas bongkar muat, fasilitas yang memadai, serta respons cepat dari manajemen menjadi faktor utama yang mendorong kami memperluas kerja sama,” ujarnya.
Menurut Yan, pertumbuhan volume peti kemas internasional yang signifikan menjadi bukti bahwa pasar semakin mempercayai Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu simpul logistik penting di Indonesia.
Sementara itu, Kapten MV Cosco Haifa, Yan Junming, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan selama kunjungan perdana kapal tersebut.
Ia menilai proses pelayanan berjalan lancar sejak kapal memasuki area pelabuhan hingga kegiatan bongkar muat selesai dilaksanakan.
“Kami merasakan pelayanan yang profesional dan fasilitas terminal yang sangat memadai. Koordinasi yang baik dari seluruh tim operasional membuat proses kerja berjalan efektif dan efisien,” katanya.
Dengan hadirnya layanan North China–South East Asia Express Service, Terminal Teluk Lamong semakin memperkuat perannya sebagai pusat distribusi dan perdagangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara di kawasan Asia.
Kepercayaan dari perusahaan pelayaran global seperti COSCO juga menjadi indikator bahwa Terminal Teluk Lamong terus berkembang sebagai hub logistik strategis yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional.(Dk/yud)
- Penulis: Teguh Priyono

>
