Perbankan Digital di Indonesia Terus Berinovasi dalam Menarik Nasabah melalui Penyesuaian Suku Bunga Deposito
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perkembangan perbankan digital di Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan dalam upaya menarik minat nasabah. Salah satu strategi utama yang digunakan adalah penyesuaian tingkat suku bunga deposito, yang tidak hanya berdampak pada manajemen likuiditas, tetapi juga menjadi alat penting dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK).
Dalam pemantauan terbaru, sejumlah bank digital menawarkan struktur suku bunga yang bervariasi, dengan penekanan pada jangka waktu penempatan dan nominal saldo. Hal ini mencerminkan respons terhadap potensi kenaikan suku bunga secara global serta proyeksi Fed Funds Rate yang akan naik dalam waktu dekat.
Berikut rincian suku bunga dari beberapa bank digital:
Superbank
Superbank menawarkan suku bunga yang agresif untuk nasabah dengan nominal penempatan di bawah Rp 1 miliar. Untuk tenor 1 bulan hingga 12 bulan, bunga tertinggi mencapai 7,50% pada rentang saldo Rp 500.000 hingga Rp 1 miliar. Namun, untuk penempatan di atas Rp 1 miliar, suku bunga turun menjadi 6,50%. Untuk tenor pendek seperti 7 hari dan 14 hari, bunga stabil pada level 6,00%.
Allo Bank
Allo Bank menetapkan suku bunga maksimal sebesar 7,50% untuk tenor 12 bulan, baik untuk nominal di bawah maupun di atas Rp 1 miliar. Pada tenor 3 bulan dan 6 bulan, nasabah dengan saldo besar mendapatkan imbal hasil lebih tinggi, dengan selisih hingga 0,50% dibandingkan nasabah dengan nominal lebih kecil. Untuk tenor 24 bulan, bunga disetarakan sebesar 6,50%.
Bank Jago
Bank Jago memiliki skema suku bunga berjenjang berdasarkan nominal penempatan. Tier terendah (Rp 1 juta hingga Rp 99,99 juta) menawarkan bunga 5,00%-5,25%. Untuk kategori saldo Rp 100 juta hingga Rp 499,99 juta, bunga sebesar 5,50%. Untuk saldo Rp 500 juta hingga Rp 999,99 juta, bunga sebesar 5,75%. Nasabah dengan saldo di atas atau sama dengan Rp 1 miliar mendapatkan bunga maksimal 6,00% pada tenor 1 dan 3 bulan.
SeaBank
SeaBank menawarkan dua skema suku bunga: reguler dan promo. Suku bunga tertinggi sebesar 6,00% berlaku untuk tenor 12 bulan. Untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan, skema promo memberikan imbal hasil 0,25%-0,50% lebih tinggi. Pada tenor 6 dan 12 bulan, kedua skema memiliki besaran persentase yang sama.
blu
Bank digital blu menyusun struktur suku bunga ke dalam lima kategori nominal dan tiga kelompok waktu penempatan. Tingkat pengembalian tertinggi sebesar 4,75% untuk penempatan dana Rp 1 miliar ke atas pada tenor 3 bulan. Untuk tenor 4-12 bulan, blu membatasi suku bunga maksimal pada level 4,00% untuk semua penempatan dana mulai dari Rp 100 juta ke atas.
Krom Bank
Krom Bank menerapkan kebijakan suku bunga flat tanpa membedakan kategori nominal. Untuk tenor 14 hari, imbal hasil sebesar 6,50%, meningkat menjadi 7,50% untuk tenor 1 bulan. Suku bunga maksimal sebesar 8,00% berlaku bagi semua nasabah dengan penempatan dana selama 12 bulan.
Bank Raya
Bank Raya menawarkan fleksibilitas penguncian dana dengan tingkat imbal hasil yang bergerak progresif sesuai durasi tenor. Suku bunga dimulai dari 4,00% untuk penguncian dana selama 1 bulan, meningkat seiring bertambahnya jangka waktu. Tenor 24 bulan menawarkan bunga tertinggi sebesar 6,00% sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah.
Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkini tentang dinamika suku bunga deposito di kalangan bank digital. Meskipun informasi ini bersifat informatif, keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.***

>

Saat ini belum ada komentar