Penerbangan Jember-Surabaya Kembali Beroperasi, Bupati Jember Dukung Reaktivasi dengan Kerja Sama Wings Air
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Penerbangan antara Bandara Notohadinegoro di Jember dan Bandara Juanda di Surabaya kembali aktif pada Senin, 1 Juni 2026. Ini merupakan momen penting dalam sejarah transportasi udara di Jawa Timur.
Perjalanan udara yang sebelumnya sempat terhenti karena berbagai kendala seperti kasus hukum dana sewa pesawat pada tahun 2008 dan dampak pandemi Covid-19 pada 2020, kini hadir kembali dengan frekuensi penerbangan yang lebih tinggi.
Wings Air, maskapai penerbangan milik Lion Air Group, resmi mengoperasikan rute ini dengan pesawat ATR berkapasitas 75 penumpang. Penerbangan dilakukan empat kali dalam seminggu, yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Jadwal keberangkatan dari Surabaya dimulai pukul 09.00 pagi, sedangkan dari Jember pukul 10.30 siang. Harga tiket berkisar antara Rp 676.000 hingga Rp 700.000.
Bupati Jember: Reaktivasi Ini Berkat Kolaborasi yang Kuat
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan bahwa reaktivasi penerbangan ini adalah hasil dari kerja sama yang kuat antara Pemkab Jember dan Wings Air. Ia menekankan bahwa tidak hanya dirinya sendiri yang berperan, tetapi juga dukungan dari anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim.
“Rivqy sangat membantu dalam proses komunikasi dan negosiasi dengan Wings Air. Ia terhubung langsung dengan Rusdi Kirana, CO-Founder Lion Air Group,” ujarnya.
Gus Fawait juga menjelaskan bahwa Rivqy memiliki peran sentral dalam mewujudkan penerbangan ini. Ia menilai, tanpa bantuan wakil pusat, proses ini tidak akan mudah.
Dari Surabaya ke Seluruh Indonesia dan Luar Negeri
Presiden Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Adi Kuncoro, menjelaskan bahwa frekuensi penerbangan empat kali dalam seminggu bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi penumpang.
“Penumpang dari Surabaya maupun Jember dapat terkoneksi dengan banyak kota di Indonesia, bahkan luar negeri melalui jaringan Lion Group,” katanya.
Konteks dan Manfaat Bagi Masyarakat
Reaktivasi penerbangan ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat Jember. Kini, warga tidak hanya terbatas pada jalur darat, tetapi juga bisa memilih jalur udara.
Selain itu, bandara Notohadinegoro yang sebelumnya terbengkalai kini mulai ramai dengan berbagai rute penerbangan menuju kota-kota besar.
Tantangan dan Tindak Lanjut
Meski sukses, reaktivasi ini juga menghadapi tantangan, seperti pemeliharaan infrastruktur dan pengembangan jaringan penerbangan. Namun, Bupati Jember optimis bahwa langkah ini akan menjadi awal dari pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah.
FAQ
Q: Kapan penerbangan Jember-Surabaya kembali beroperasi?
A: Pada Senin, 1 Juni 2026.
Q: Berapa frekuensi penerbangan dalam seminggu?
A: Empat kali, yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Q: Apa manfaat bagi masyarakat Jember?
A: Menambah opsi transportasi, meningkatkan akses ke kota-kota besar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.***

>

Saat ini belum ada komentar