Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Flyover Mayangkara Surabaya, Jalan Tol Terpendek dengan Sejarah Unik

Flyover Mayangkara Surabaya, Jalan Tol Terpendek dengan Sejarah Unik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Flyover Mayangkara di Surabaya bukan hanya sekadar jembatan layang yang menghubungkan dua sisi jalan. Struktur ini memiliki sejarah yang menarik sebagai jalan tol pertama di kota tersebut dan yang terpendek di Indonesia. Dengan panjang sekitar 500 meter, infrastruktur ini pernah menerapkan sistem tarif tol pada tahun 1980-an.

Dalam keterangannya, Kuncarsono Prasetyo, pegiat sejarah Surabaya, menjelaskan bahwa Flyover Mayangkara mulai beroperasi sekitar tahun 1981. Pada masa itu, pengguna harus membayar tunai dengan tarif antara Rp 100 hingga Rp 200 per kendaraan. Sistem ini mirip dengan prosedur masuk jalan tol umumnya, tetapi tanpa teknologi elektronik seperti saat ini.

Penghapusan sistem tarif tol terjadi pada tahun 1986 setelah munculnya protes dari masyarakat. Menurut Kuncarsono, alasan pasti tidak diketahui, tetapi fakta bahwa jalan tersebut menjadi gratis selama sekitar lima tahun menunjukkan adanya pertimbangan ekonomi atau sosial.

Pembangunan Flyover Mayangkara disebut-sebut memakan anggaran APBN sebesar Rp 2,5 miliar. Meski relatif pendek, struktur ini sempat menyandang gelar sebagai ruas jalan tol terpendek di Indonesia. Bahkan, ukuran panjangnya bisa diukur menggunakan Google Earth untuk memastikan keakuratannya.

Sejarah perluasan jalan Ahmad Yani juga menjadi bagian penting dari kisah Flyover Mayangkara. Dulu, jalan ini hanya memiliki satu sisi di bagian barat dengan lebar yang sempit. Seiring perkembangan kota, jalan ini diperluas hingga memiliki empat sisi termasuk jalur lambat.

Nama “Mayangkara” berasal dari kuda putih yang ditunggangi oleh Letnan Kolonel R. Djarot Soebijantoro, Komandan Batalyon 503 Mayangkara. Nama ini memiliki makna mendalam terkait perjuangan pasukan kepolisian dalam merebut kemerdekaan.

Di dekat Flyover Mayangkara, terdapat Monumen Patung Laskar Mayangkara. Patung ini sudah berdiri jauh sebelum jembatan dibangun, sehingga masyarakat secara alami menyebut daerah tersebut sesuai dengan ikon kawasan tersebut.

Kuncarsono menambahkan bahwa nama Flyover Mayangkara dipilih karena keterkaitannya dengan patung yang ada di sekitar area tersebut. “Karena di situ sebelum ada (jembatan) itu sudah ada patung Laskar Mayangkara. Itu pejuang dari polisi. Sehingga ketika jembatan dibangun, orang-orang menyebut daerah situ memang Patung Mayangkara,” ujarnya.

Beberapa informasi tambahan tentang Flyover Mayangkara meliputi:
– Fungsi utamanya adalah mengurai kemacetan di atas perlintasan kereta api Wonokromo.
– Pernah menjadi tempat operasional Jasa Marga, meskipun kini tidak lagi digunakan.
– Memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi warga Surabaya.

[FAQ]
Apa arti nama “Mayangkara”?
Nama Mayangkara merujuk pada kuda putih yang ditunggangi oleh Komandan Batalyon 503 Mayangkara, Letnan Kolonel R. Djarot Soebijantoro. Nama ini memiliki makna historis terkait perjuangan pasukan kepolisian dalam merebut kemerdekaan.

Mengapa Flyover Mayangkara disebut jalan tol terpendek?
Flyover Mayangkara memiliki panjang sekitar 500 meter dan pernah menerapkan sistem tol pada tahun 1980-an. Dengan panjang yang relatif pendek, infrastruktur ini menyandang gelar sebagai jalan tol terpendek di Indonesia.

Bagaimana sistem pembayaran tol di masa lalu?
Pada masa itu, pengguna jalan harus membayar tunai dan menerima karcis sebagai bukti pembayaran. Tarif yang dikenakan berkisar antara Rp 100 hingga Rp 200 per kendaraan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRIDA Surabaya, Tambak Mangrove

    BRIDA Surabaya Kembangkan Tambak Mangrove untuk Tingkatkan Hasil Ikan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan sistem budidaya perikanan berbasis silvofishery di Kota Surabaya menjadi salah satu inisiatif strategis yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Konsep ini menggabungkan penanaman mangrove dengan tambak ikan, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Konsep Silvofishery: Gabungan Mangrove dan Tambak IkanDalam keterangannya, Kepala BRIDA Kota Surabaya […]

  • Hadiri Peringatan Hari AIDS Sedunia, Ketua DPRD Sukabumi: Edukasi Tetap Dijalankan

    Hadiri Peringatan Hari AIDS Sedunia, Ketua DPRD Sukabumi: Edukasi Tetap Dijalankan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 143
    • 0Komentar

    DIAGRAMMKOA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, hadir dalam perayaan Hari AIDS Sedunia 2025 yang diadakan oleh KPA Kabupaten Sukabumi di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo Sukabumi pada hari Sabtu, 6 Desember 2025. Acara ini menyediakan ruang apresiasi bagi para aktivis HIV/AIDS yang berasal dari berbagai kalangan seperti akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah, media hingga […]

  • Pemain Timnas Italia Rayakan Kemenangan Bosnia-Herzegovina di Final Playoff Piala Dunia

    Pemain Timnas Italia Rayakan Kemenangan Bosnia-Herzegovina di Final Playoff Piala Dunia

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim nasional Italia terlihat sangat antusias menyaksikan kemenangan Bosnia-Herzegovina dalam laga babak playoff untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026. Momen ini terjadi saat mereka berada di New Balance Arena, tempat adu penalti antara Wales dan Bosnia-Herzegovina digelar. Kejutan di Babak Playoff UEFA Pertandingan antara Wales dan Bosnia-Herzegovina menjadi salah satu momen penting dalam […]

  • Kondisi Buruh di Tengah Demo Besar-Besaran Jakarta dan Surabaya

    Kondisi Buruh di Tengah Demo Besar-Besaran Jakarta dan Surabaya

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, sejumlah besar buruh dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day 2026. Massa yang terlibat berasal dari berbagai kelompok seperti Konfederasi Muda Berani Militan, Migrant Care, Advokasi Pendampingan Pekerja Migran, serta aliansi buruh lainnya. […]

  • korupsi Anggaran TA 2024–2025

    Dugaan Korupsi Anggaran TA 2024–2025, Dinas Perkebunan Jatim Digoyang Aksi Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 174
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur menjadi sasaran aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Kajian Strategis Indonesia (PKSI), Rabu (14/1/2026). Aksi ini dipicu dugaan praktik pemotongan anggaran perjalanan dinas serta pengadaan barang dan jasa pada Tahun Anggaran 2024–2025. Mahasiswa menggelar aksi di dua titik strategis, yakni Kantor Gubernur Jawa Timur dan Kantor […]

  • Sambil Patroli Polisi Berbagi Nasi Kotak ke Pekerja Jalanan di Situbondo

    Sambil Patroli Polisi Berbagi Nasi Kotak ke Pekerja Jalanan di Situbondo

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 261
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, Satuan Samapta Polres Situbondo Polda Jatim melaksanakan kegiatan sosial melalui program “Pasabber” (Pasukan Sabhara Berbagi). Sambil patroli dialogis untuk kamtibmas, anggota Polres Situbondo Polda Jatim itu membagikan ratusan nasi kotak kepada para pekerja jalanan di berbagai sudut Kota Situbondo. Program ini menyasar para tukang […]

expand_less