Baterai Blade 2 BYD Dibongkar oleh Blogger Otomotif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(bateraidesaignnet)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ketahanan struktur baterai kendaraan listrik kembali menjadi sorotan setelah sekelompok blogger otomotif di Tiongkok melakukan pembongkaran paksa terhadap baterai Blade 2 BYD. Aksi ini dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026, dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengamat otomotif.
Dalam keterangannya, tim blogger mengungkapkan bahwa proses pembedahan dilakukan menggunakan alat-alat bengkel bangunan seperti gerinda sudut, linggis, gergaji listrik, hingga palu besi. Proses ini memakan waktu sekitar enam hingga delapan jam. Untuk mempermudah pembedahan, mereka membekukan baterai selama sekitar 40 jam agar lem perekat menjadi rapuh.
Struktur Internal yang Terbuka
Setelah berhasil membuka struktur internal, ditemukan bahwa baterai Blade 2 BYD terdiri dari 170 sel baterai yang disusun secara seri. Selain itu, terdapat sistem penguat khusus untuk meningkatkan ketahanan fisik komponen tersebut. Penggunaan lem perekat dalam jumlah besar dinilai memperkuat struktur baterai, meskipun berpotensi mempersulit proses daur ulang.
“Meskipun dibekukan, proses pembongkaran tetap harus dilakukan secara destruktif karena pemanasan dan bahan kimia penghilang perekat tidak aman digunakan di dekat sel baterai utuh,” ujar tim pembongkaran.
Prosedur Keselamatan Diabaikan
Aksi ini menuai kecaman dari pengamat otomotif Tiongkok karena dianggap melanggar prosedur keselamatan. Salah satu hal yang dikritik adalah ketiadaan alat pelindung isolasi bertegangan tinggi dan alat pemadam api ringan (APAR) selama proses pembedahan. Meski begitu, tidak ada asap atau api yang muncul selama proses, hanya saja terdapat beberapa titik dengan aplikasi lem yang kurang rata.
Teknologi Baterai Blade 2.0
Baterai Blade 2.0 dengan pendingin refrigeran langsung ini telah diterapkan pada SUV Fang Cheng Bao Ti3. Berdasarkan data China EV DataTracker, model ini mencatat penjualan sebesar 5.206 unit pada April 2026.
Analisis dan Pandangan Ahli
Ahli otomotif Tiongkok, Li Wei, menyatakan bahwa meskipun teknologi baterai BYD cukup canggih, aksi pembongkaran paksa ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap keselamatan dan kualitas produksi. “Ini bukan sekadar eksperimen, tapi juga peringatan bagi produsen kendaraan listrik untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan prosedur pemeriksaan,” ujarnya.
Langkah yang Perlu Dilakukan
Pembongkaran paksa ini memicu diskusi mendalam mengenai pentingnya standar keselamatan dan pengujian komponen kendaraan listrik. Para ahli menyarankan produsen untuk lebih transparan dalam menjelaskan struktur dan mekanisme baterai, serta memberikan panduan lengkap untuk proses perawatan dan daur ulang.
Tantangan di Masa Depan
Dengan semakin meningkatnya permintaan akan kendaraan listrik, tantangan terkait keamanan dan ketahanan komponen akan semakin kompleks. Produsen harus terus berinovasi dan memastikan bahwa setiap komponen yang digunakan memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Kesimpulan
Aksi pembongkaran baterai Blade 2 BYD oleh blogger otomotif menjadi momen penting dalam dunia kendaraan listrik. Meskipun tujuannya untuk menguji ketahanan struktur, tindakan ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan dan prosedur yang benar. Masa depan kendaraan listrik akan bergantung pada inovasi dan komitmen produsen terhadap standar keselamatan yang tinggi.***

>
>

Saat ini belum ada komentar