Kritik Terhadap Fungsi XRP dari Mantan Eksekutif SWIFT
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Tom Zschach, mantan Chief Innovation Officer di jaringan pembayaran SWIFT, telah menyampaikan kritik terhadap utilitas token XRP dalam kerangka institusi keuangan yang baru. Kritik ini muncul setelah Ripple bekerja sama dengan perusahaan besar seperti J.P. Morgan, Mastercard, dan Ondo Finance untuk melakukan pencairan hampir real-time dana obligasi Treasury AS berbasis token pada XRP Ledger (XRPL). Meskipun inisiatif ini dianggap sebagai langkah penting menuju pasar keuangan global 24/7, pertanyaan muncul apakah XRP benar-benar memberikan manfaat nyata.
Perdebatan tentang Penggunaan Token XRP
Zschach mengajukan pertanyaan kunci: “Apakah XRP digunakan sebagai aset penyelesaian atau hanya untuk biaya transaksi di ledger?” Ini menjadi perdebatan lama dalam ruang aset digital, yaitu perbedaan antara menggunakan jaringan blockchain dan menggunakan cryptocurrency asli dari jaringan tersebut. Dalam kasus ini, penyelesaian mata uang fiat tetap dilakukan secara sentral, dengan unit Kinexys dari J.P. Morgan yang mengirimkan dolar AS ke rekening bank Ripple di Singapura.
Ripple sebelumnya mempromosikan XRP sebagai solusi utama untuk penyelesaian lintas batas. Namun, kritik dari Zschach menunjukkan bahwa penggunaan XRP dalam pilot ini tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai inti yang mereka tawarkan.
Pandangan Masa Depan Finansial Global
Sebelum mundur dari SWIFT pada Maret, Zschach menghabiskan enam tahun memimpin inovasi di SWIFT, yang merupakan pesaing utama Ripple dalam layanan pembayaran lintas batas global. Ia pernah membandingkan XRP dengan “mesin faks” dan meremehkan signifikansi kelangsungan hidup Ripple dalam persidangan SEC. Menurutnya, sekadar bertahan dari gugatan hukum bukanlah tanda adopsi institusi.
Zschach percaya bahwa sistem keuangan global belum siap menghadapi konvergensi antara AI dan tokenisasi. Ia menekankan pentingnya tata kelola netral dan bersama sebagai bentuk ketahanan. Menurutnya, lembaga keuangan tidak ingin bergantung pada infrastruktur kompetitor.
Reaksi Komunitas dan Pertanyaan Mengenai Keberlanjutan
Pilot ini mendapat perhatian luas, namun juga memicu pertanyaan tentang keberlanjutan dan relevansi XRP dalam ekosistem keuangan modern. Meskipun Ripple mengklaim inisiatif ini membuka jalan menuju pasar keuangan global yang lebih efisien, kritik dari Zschach menunjukkan bahwa ada tantangan besar yang harus diatasi sebelum XRP dapat benar-benar diakui sebagai aset penyelesaian yang andal.
Komunitas crypto mulai mempertanyakan apakah XRP benar-benar akan menjadi bagian dari masa depan sistem keuangan. Apakah XRP akan menjadi alat utama dalam penyelesaian lintas batas, atau hanya menjadi alat tambahan dalam ekosistem yang semakin kompleks?
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya permintaan akan solusi pembayaran yang lebih cepat dan efisien, XRP dan token lainnya akan menghadapi tekanan untuk menunjukkan nilai nyata. Pilot ini mungkin menjadi awal dari proses adopsi yang lebih luas, tetapi masih banyak yang harus dibuktikan.
Kritik dari Zschach menunjukkan bahwa meski ada kemajuan teknis, penting bagi proyek seperti Ripple untuk menjawab pertanyaan tentang utilitas dan keberlanjutan jangka panjang. Hanya dengan membangun kepercayaan dan menunjukkan manfaat nyata, XRP dapat benar-benar menjadi bagian dari sistem keuangan global yang modern.***

>
>

Saat ini belum ada komentar