Perubahan Struktur Manajemen Adhi Karya: Pembaruan Komisaris dan Direksi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) telah melakukan perubahan signifikan dalam struktur manajemen perusahaan. Perubahan ini mencakup penggantian jajaran Komisaris dan Direksi, yang diumumkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perubahan ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar.
Proses Penggantian dan Penetapan Jajaran Baru
Dalam RUPST yang digelar pada 8 Mei 2026, beberapa posisi penting di jajaran Komisaris dan Direksi diubah. Arthur Lombogia, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris, serta Alloysius Suko Widigdo, Direktur Operasi I, diberhentikan secara hormat. Mereka dianggap telah memberikan kontribusi besar selama masa jabatan mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan dukungan yang diberikan oleh Bob Arthur Lombogia dan Alloysius Suko Widigdo selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris dan Direksi,” ujar Rozi Sparta, Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Alexander Rubi Satyoadi sebagai Komisaris. Di sisi lain, susunan Direksi juga mengalami perubahan nomenklatur. Vera Kirana ditunjuk sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko, Harimawan menjadi Direktur Operasi I, dan Yan Arianto menjabat Direktur Operasi II.
Tujuan Utama Perubahan Struktur
Pembaruan struktur manajemen dilakukan dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjaga kesinambungan bisnis dan mendukung pencapaian target kinerja serta strategi pertumbuhan perusahaan ke depan.
Rozi Sparta menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari komitmen Adhi Karya untuk terus berkembang dan meningkatkan efisiensi operasional. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Perubahan Nomenklatur Saham Seri B Menjadi Seri A Dwiwarna
Selain perubahan jajaran manajemen, RUPST juga menyetujui perubahan nomenklatur saham. Sejumlah 54.087.737 lembar saham milik BP BUMN yang sebelumnya berupa Saham Seri B kini berubah menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Susunan Manajemen Baru Adhi Karya
Setelah RUPST, susunan manajemen baru Adhi Karya adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
– Komisaris Utama: Dody Usodo Hargosuseno
– Komisaris: Alexander Rubi Satyoadi
– Komisaris: Amelia Tetriana
– Komisaris Independen: R. Erwin Moeslimin Singajuru
– Komisaris Independen: Elan Suherlan
– Komisaris Independen: Rustam Sofyan Sirait
Jajaran Direksi
– Direktur Utama: Moeharmein Zein Chaniago
– Direktur Operasi I: Harimawan
– Direktur Operasi II: Yan Arianto
– Direktur Keuangan: Bani Iqbal
– Direktur Human Capital dan Legal: Ki Syahgolang Permata
– Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko: Vera Kirana
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Perubahan struktur manajemen ini diharapkan dapat membawa perusahaan lebih stabil dan siap menghadapi tantangan di pasar. Dengan penambahan anggota baru di jajaran direksi dan komisaris, Adhi Karya diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memperluas cakupan bisnis.
Selain itu, adanya perubahan nomenklatur saham juga menunjukkan komitmen Adhi Karya untuk mematuhi regulasi dan menjaga transparansi. Hal ini akan memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pelaku utama dalam sektor konstruksi nasional.***

>
>

Saat ini belum ada komentar