Belum Cair? Dana Gen Z di Surabaya: Tantangan dalam Implementasi Program untuk Pemuda
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Program dana Gen Z yang dialokasikan sebesar Rp5 juta per RW di Kota Surabaya bertujuan untuk memberdayakan pemuda melalui penguatan keterampilan wirausaha. Namun, hingga saat ini, realisasi dana tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait dengan pengajuan proposal yang tidak sesuai dengan tujuan awal program.
Tujuan dan Kebijakan Program
Dana Gen Z dianggarkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pemuda. Dengan alokasi sebesar Rp5 juta per RW, program ini dirancang agar digunakan untuk kegiatan usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan untuk membangun usaha, bukan untuk kegiatan seremonial atau pengeluaran administratif.
Menurutnya, dana Gen Z tidak boleh digunakan untuk honor panitia atau kegiatan yang tidak langsung berdampak pada perekonomian. “Jika pengajuan proposal hanya berupa kegiatan tanpa ada konsep usaha, maka dana tidak akan cair,” tegasnya.
Kendala dalam Pengajuan Proposal
Meskipun dana telah disiapkan sejak Januari 2026, hingga saat ini belum ada satu pun proposal yang memenuhi syarat. Banyak pengajuan yang diajukan masih bersifat kegiatan seremonial, seperti kepanitiaan acara atau pembuatan lomba, bukan rencana bisnis nyata. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara visi program dan implementasi oleh para pemuda.
Eri menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk hotel, restoran, dan kafe, untuk membantu para pemuda dalam mengembangkan usaha. Misalnya, dana yang diberikan bisa digunakan untuk membeli mesin cuci, yang nantinya bisa digunakan untuk usaha laundry. Namun, langkah ini masih dalam proses pematangan.
Perbedaan Anggaran yang Disampaikan
Beberapa pihak menyatakan bahwa ada perbedaan informasi terkait besaran dana yang dialokasikan. Yona Bagus Widyatmoko, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, menyebutkan bahwa anggaran untuk pemuda sebesar Rp35 juta per RW selama setahun, bukan Rp5 juta per bulan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp47 miliar.
Namun, Eri menegaskan bahwa mekanisme pencairan dana Gen Z tetap berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ditetapkan oleh Sekretaris Daerah. Juklak ini menuntut adanya proposal wirausaha yang valid dan layak sebelum dana bisa dicairkan.
Tantangan dan Harapan
Penggunaan dana Gen Z yang tidak sesuai dengan tujuannya menunjukkan pentingnya edukasi dan pengawasan lebih lanjut. Selain itu, diperlukan pendampingan dan pelatihan bagi para pemuda agar mampu merancang usaha yang berkelanjutan dan berdampak positif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (DPMP) Surabaya juga diminta untuk memastikan bahwa pengajuan proposal benar-benar mengarah pada pengembangan kewirausahaan. Dengan demikian, dana Gen Z bisa menjadi sarana efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan generasi muda.
Program dana Gen Z di Surabaya memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi pemuda dan masyarakat. Namun, pencapaian tujuan tersebut memerlukan komitmen dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga para pemuda sendiri. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat, dana ini bisa menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar