Pemudik Terpaksa Menginap di Pelabuhan Karena Tunggu Jadwal Kapal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah perayaan Lebaran yang semakin dekat, banyak pemudik memilih jalur laut untuk kembali ke kampung halaman. Namun, proses ini tidak selalu mudah. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, belasan pemudik terlihat menginap di lantai dua pelabuhan sambil menunggu jadwal kapal laut yang sesuai dengan rencana perjalanan mereka.
Beberapa dari mereka sudah menghabiskan waktu berhari-hari di tempat tersebut karena jadwal pelayaran yang tidak selalu tersedia setiap hari. Mereka harus menunggu hingga kapal laut yang akan membawa mereka ke kampung halaman tiba.
Alasan Pemudik Memilih Jalur Laut
Salah satu pemudik bernama Yuki (28) menceritakan pengalamannya. Ia adalah seorang pelaut yang sudah delapan bulan tidak bertemu keluarganya di Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga pada momen Lebaran tahun ini.
Ia berangkat dari Bangka Belitung dan harus transit di Pelabuhan Tanjung Priok sebelum melanjutkan perjalanan ke Baubau. Sayangnya, kapal laut yang menuju ke kampung halamannya hanya beroperasi pada hari Jumat, 16 Maret 2026. Akibatnya, ia harus menginap selama satu minggu di pelabuhan.
Takut Naik Pesawat, Pemudik Lebih Memilih Kapal Laut
Yuki mengakui bahwa meski perjalanan via kapal laut memakan waktu lebih lama, ia merasa lebih nyaman dibandingkan naik pesawat. “Saya takut naik pesawat, kalau naik kapal kan sudah biasa,” ujarnya.
Selain itu, harga tiket kapal laut juga lebih murah dibandingkan tiket pesawat. Dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Baubau, Yuki hanya perlu membayar Rp 500.000 untuk tiket kapal. Meskipun perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga hari tiga malam, bagi Yuki, ini menjadi pilihan yang lebih terjangkau dan aman.
Fasilitas di Pelabuhan Tanjung Priok
Meski fasilitas di pelabuhan masih terbatas, para pemudik tetap mencoba memanfaatkannya sebaik mungkin. Beberapa dari mereka duduk di atas tikar tipis sambil bercengkrama dengan pemudik lainnya. Ada juga yang tertidur pulas, tampak lelah setelah menunggu lama.
Masalah Jadwal Kapal Laut
Jadwal kapal laut sering kali tidak bisa diprediksi, terutama pada musim mudik. Banyak pemudik harus menunggu hingga beberapa hari hanya untuk mendapatkan jadwal keberangkatan yang sesuai. Hal ini membuat mereka terpaksa menginap di pelabuhan, meskipun kondisi tidak terlalu nyaman.
Para pemudik juga menyampaikan keluhan tentang kurangnya informasi terkait jadwal pelayaran. Banyak dari mereka merasa kesulitan untuk mengetahui apakah kapal yang mereka tunggu benar-benar akan berangkat atau tidak.
Perbedaan Harga Tiket Antara Kapal Laut dan Pesawat
Harga tiket kapal laut umumnya jauh lebih murah dibandingkan tiket pesawat. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak pemudik memilih jalur laut. Meskipun perjalanan lebih lama, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat.
Namun, bagi sebagian orang, harga tiket bukanlah satu-satunya pertimbangan. Faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi pertimbangan penting. Banyak pemudik lebih percaya dengan transportasi laut karena pengalaman sebelumnya yang lebih stabil.
Pengalaman Pemudik Lain
Selain Yuki, ada banyak pemudik lain yang menghadapi situasi serupa. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka harus menunggu hingga beberapa hari hanya untuk mendapatkan kursi di kapal. Bahkan, ada yang sampai harus menginap di pelabuhan selama seminggu.
Pemudik lain juga menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain menunggu kapal laut. Banyak rute yang tidak dilayani oleh pesawat, sehingga mereka terpaksa menggunakan jalur laut.
Perjalanan mudik via kapal laut memang memiliki tantangan tersendiri, seperti jadwal yang tidak pasti dan waktu tempuh yang lebih lama. Namun, bagi banyak pemudik, ini menjadi pilihan yang lebih terjangkau dan aman. Di tengah keramaian pelabuhan, mereka terus menunggu dengan harapan bisa segera kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar