Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Penjelasan Sederhana untuk Perilaku Hutan Saat Gerhana Matahari

Penjelasan Sederhana untuk Perilaku Hutan Saat Gerhana Matahari

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah fenomena yang mengejutkan terjadi di hutan pinus Norwegia saat gerhana matahari parsial terjadi. Para ilmuwan mengamati bahwa pohon-pohon ini tampaknya “berkoordinasi” dalam mengirimkan sinyal listrik sebelum gerhana. Namun, kini muncul teori baru yang mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh faktor-faktor alami yang lebih sederhana.

Para ilmuwan Ariel Novoplansky dan Hezi Yizhaq dari Universitas Ben-Gurion di Israel menawarkan penjelasan yang berbeda. Mereka percaya bahwa aktivitas listrik yang diamati pada pohon-pohon itu sebenarnya disebabkan oleh penurunan suhu, badai petir, dan beberapa sambaran petir lokal. Hal ini sudah diketahui sebelumnya dapat memicu respons serupa pada tanaman.

“Menurut saya, studi sebelumnya merupakan contoh dari pseudosains yang masuk ke inti penelitian biologis,” ujar Novoplansky. Ia menilai bahwa para peneliti sebelumnya terlalu cepat menyimpulkan bahwa pohon-pohon itu memprediksi gerhana, padahal ada faktor-faktor lingkungan yang lebih sederhana dan telah terbukti memengaruhi respons tanaman.

Pada Oktober 2022, sebuah hutan di Pegunungan Dolomite di Italia utara menunjukkan respons bioelektrik yang unik selama gerhana matahari. Pohon-pohon tua tampak lebih aktif dalam mengirimkan sinyal dibandingkan yang muda. Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa respons ini tidak selalu berarti adanya komunikasi antar pohon.

Mereka berargumen bahwa aktivitas ini bisa menjadi tanda pengalaman pohon-pohon tua terhadap peristiwa sebelumnya yang ditransmisikan ke seluruh hutan. Dalam konteks ini, mereka mengusulkan bahwa pohon-pohon spruce merasakan perubahan lingkungan dan menyesuaikan diri dengan gerhana matahari.

Namun, Novoplansky dan Yizhaq menolak argumen tersebut. Mereka menilai bahwa perubahan lingkungan yang terjadi kemungkinan besar adalah badai petir, bukan gerhana. Ada beberapa alasan mengapa studi sebelumnya salah mengambil kesimpulan.

Pertama, gerhana matahari memiliki jalur, magnitudo, dan durasi yang unik, sehingga sulit bagi pohon-pohon tua untuk menggunakan pengetahuan lama untuk memprediksi gerhana berikutnya. Kedua, variasi gravitasi yang mungkin memberi informasi diperkirakan sangat kecil, mirip dengan fase bulan baru.

Selain itu, tidak ada kebutuhan nyata bagi pohon-pohon untuk berkoordinasi menghadapi gerhana. Gerhana ini hanya parsial, dengan penurunan cahaya sekitar 10,5 persen selama dua jam. Tingkat cahaya yang terjadi masih dua kali lipat dari yang bisa dimanfaatkan pohon-pohon.

“Gerhana hanya mengurangi cahaya sekitar 10,5 persen selama dua jam, dengan tingkat cahaya yang sekitar dua kali lipat dari yang bisa dimanfaatkan pohon,” kata Novoplansky. Ia menambahkan bahwa fluktuasi awan di lokasi penelitian mengubah kualitas dan jumlah cahaya secara lebih besar.

Para peneliti juga menyoroti bahwa studi sebelumnya hanya menganalisis tiga pohon dan lima batang kayu, sehingga data yang didapat tidak cukup lengkap. Mereka berargumen bahwa pengukuran yang dilakukan lebih mungkin disebabkan oleh respons individu pohon terhadap petir, bukan kolaborasi hutan secara keseluruhan.

Tanaman memang pernah menunjukkan kemampuan untuk “memprediksi” perubahan lingkungan, seperti bersiap menghadapi kekeringan jika ada tanda-tanda awal di tanah. Namun, ide bahwa hutan bisa memprediksi gerhana matahari tetap dipertanyakan.

Meskipun ada kontroversi, penelitian tentang elektromes pohon (molekul bermuatan yang melewati sel-sel mereka) terus berlanjut. Meski ada ketidaksepahaman terhadap fenomena tertentu, tidak diragukan lagi bahwa penemuan menarik akan segera muncul di bidang ini.

“Aktivitas listrik pohon adalah fenomena nyata, tetapi masih merupakan bidang penelitian yang baru,” ujar Novoplansky. “Ide bahwa variasi sinyal listrik, yang bahkan bisa diamati pada kayu mati, mungkin mencakup ingatan, antisipasi, atau respons kolektif memerlukan beberapa langkah luar biasa, yang belum didukung dalam studi ini.”

“Kehutan yang indah ini cukup menakjubkan tanpa perlu membuat klaim irasional yang tampak fantastis, berdasarkan korelasi semata.”***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Kalender Jawa Bulan November 2025

    Update Kalender Jawa Bulan November 2025

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 276
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa, khususnya untuk menentukan hari baik dalam berbagai kegiatan seperti pernikahan, pindah rumah, hingga aktivitas pertanian dan spiritual. Kalender ini merupakan perpaduan antara sistem penanggalan Masehi, Hijriah (Islam), dan kalender Jawa itu sendiri yang memuat hari pasaran dan weton. Hari-hari dalam kalender […]

  • Persebaya Surabaya Tanpa Striker Lokal di Putaran Kedua Super League 2025/2026

    Persebaya Surabaya Tanpa Striker Lokal di Putaran Kedua Super League 2025/2026

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan baru dalam menjelang putaran kedua Super League 2025/2026. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut resmi kehilangan salah satu striker lokal terbaiknya, Rizky Dwi, yang dilepas ke Garudayaksa FC. Keputusan ini memicu perubahan strategi dan komposisi pemain di lini depan. Kehilangan Striker Lokal Pemutusan kontrak Rizky Dwi menjadi langkah penting bagi manajemen […]

  • Kapolsek Genteng Serahkan Motor Curian ke Korban

    Kapolsek Genteng Serahkan Motor Curian ke Korban

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polsek Genteng berhasil mengembalikan sebuah unit sepeda motor Honda Vario 125 CC warna putih tahun 2016 kepada pemiliknya yang menjadi korban pencurian. Penyerahan motor tersebut dilakukan oleh Kapolsek Genteng, Kompol Bayu Halim N. SH, S.I.K, M.Si, didampingi Kanit Reskrim Iptu Harsya dan tim penyidik. Peristiwa pencurian ini terjadi pada Selasa, 7 Mei 2024, […]

  • Bupati Lantik Pejabat di Kabupaten Jombang

    Bupati Lantik Pejabat di Kabupaten Jombang

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bupati Jombang, Warsubi, resmi melantik puluhan pejabat manajerial dan sejumlah Kepala Puskesmas baru. Acara pelantikan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang dan disaksikan oleh Wakil Bupati Jombang, Gus Salmanuddin, Sekdakab Agus Purnomo, serta jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah. Proses Pelantikan dan Target Kerja Pelantikan ini mencakup berbagai jabatan penting seperti pejabat struktural, pejabat […]

  • Diaz Hendropriyono: “Dangerous Humans” Sebuah Seruan untuk Aksi Nyata Atasi Krisis Iklim

    Diaz Hendropriyono: “Dangerous Humans” Sebuah Seruan untuk Aksi Nyata Atasi Krisis Iklim

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ancaman perubahan iklim semakin nyata. Suhu bumi terus meningkat, es di kutub mencair, dan bencana alam semakin sering terjadi. Menyadari urgensi situasi ini, mantan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono meluncurkan film dokumenter “Dangerous Humans” di Kawasan Senayan. Film ini merupakan hasil kolaborasi anak bangsa dari berbagai instansi, […]

  • Rusli Bintang Diduga Zalim: Cabut Hibah untuk Istri Sah dan Anak Demi Istri Kedua, Akta Cacat Hukum, Notaris Terancam Sanksi

    Rusli Bintang Diduga Zalim: Cabut Hibah untuk Istri Sah dan Anak Demi Istri Kedua, Akta Cacat Hukum, Notaris Terancam Sanksi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 322
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Langkah kontroversial yang diambil pengusaha H. Rusli Bintang dengan mencabut seluruh hibah harta kepada istri sah, Rosnati Syech, dan anak-anak hasil perkawinan mereka, kini berbuntut panjang. Akta pencabutan yang dibuat di hadapan Notaris Nurdhani di Banda Aceh dinilai cacat hukum, tidak sah, dan membuka potensi sanksi terhadap notaris yang terlibat. Kuasa hukum Rosnati […]

expand_less