Penyebab Kerugian Finansial Persiku Kudus Akibat Tindakan Suporter
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Klub sepak bola lokal, Persiku Kudus, kini menghadapi tantangan besar setelah menerima hukuman berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman ini diberikan karena tindakan rasisme yang dilakukan oleh sebagian suporter saat pertandingan melawan Persipura Jayapura. Kejadian ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga merusak reputasi klub dan nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.
Pelanggaran Disiplin yang Mengakibatkan Denda Besar
Dalam laga yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus pada 30 Januari 2026, terjadi tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh oknum suporter Persiku. Perbuatan tersebut mencakup ucapan rasis terhadap pemain Persipura Jayapura. Komdis menilai bahwa tindakan ini melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, khususnya Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (2).
Berdasarkan temuan dan bukti-bukti yang ada, Komdis menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 250 juta dan larangan menggelar laga kandang tanpa penonton. Denda ini akan memberikan dampak signifikan terhadap keuangan Persiku Kudus. Selain itu, hilangnya pendapatan dari tiket penonton membuat kerugian tambahan yang bisa mencapai antara Rp 0,5 hingga Rp 1 miliar.
Dampak Finansial yang Mengancam Masa Depan Klub
Direktur Utama Persiku Kudus, Abdul Fuad Amirul Adha, menyatakan bahwa kerugian finansial ini sangat mengkhawatirkan. Ia menilai bahwa setiap rupiah yang dibayarkan sebagai denda adalah kerugian bagi masa depan klub. Menurutnya, tindakan rasisme ini tidak hanya merusak reputasi klub tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas yang seharusnya menjadi dasar dalam sepak bola.
“Setiap rupiah denda yang dibayarkan adalah kerugian bagi masa depan klub Persiku. Kejadian ini diluar kendali klub. Kami mengecam keras tindakan rasisme sekecil apa pun,” ujarnya.
Reputasi Klub Tercoreng Akibat Perilaku Suporter
Selain kerugian finansial, kejadian ini juga merusak reputasi Persiku Kudus. Kota Kudus sendiri dikenal sebagai kota yang toleran dan memiliki budaya yang harmonis. Namun, aksi rasisme yang dilakukan oleh sebagian suporter justru menimbulkan citra negatif yang tidak sesuai dengan identitas kota tersebut.
Pihak klub berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku suporter. Mereka juga meminta agar semua pihak, termasuk suporter, lebih sadar akan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.
Langkah yang Diambil untuk Memperbaiki Citra
Untuk memperbaiki citra dan menjaga reputasi, Persiku Kudus telah mengambil langkah-langkah proaktif. Klub berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas suporter dan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mengantisipasi tindakan yang tidak sesuai dengan aturan.
Selain itu, klub juga berencana untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya sikap inklusif dan anti-rasisme kepada seluruh elemen komunitas sepak bola. Hal ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan damai dalam dunia sepak bola.***

>

Saat ini belum ada komentar