Tiongkok Jadi Sorotan: Risiko Investasi Emas Digital yang Harus Diperhatikan Investor
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Investasi emas digital semakin populer di kalangan masyarakat, terutama dengan kemudahan akses dan proses transaksi yang cepat. Namun, kejadian gagal bayar oleh platform emas digital di Tiongkok beberapa waktu lalu menjadi peringatan bagi investor untuk lebih waspada terhadap risiko yang mungkin muncul. Peristiwa ini memicu diskusi luas di media sosial, khususnya X (dahulu Twitter), tentang pentingnya memilih metode investasi yang aman dan terpercaya.
Faktor yang Memicu Kekhawatiran
Beberapa nasabah mengeluh bahwa platform tersebut mulai membatasi jumlah penarikan harian sebesar 500 yuan dan 1 gram emas sejak 26 Januari 2026. Bahkan, ada laporan bahwa sebagian pengguna tidak dapat menarik dana mereka sejak 20 Januari. Hal ini menunjukkan potensi ketidakstabilan dari layanan emas digital yang tidak memiliki regulasi yang jelas atau sistem pengamanan yang kuat.
Kemunculan kasus ini juga memperkuat pandangan bahwa emas digital memiliki risiko berbeda dibandingkan emas fisik. Meski emas digital memungkinkan investor untuk membeli dan menjual tanpa harus menyimpan barang secara fisik, potensi kerugian bisa muncul jika penyedia layanan mengalami masalah finansial atau menutup aplikasinya secara tiba-tiba.
Keuntungan dan Kerugian Investasi Emas
Meskipun demikian, emas tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang karena sifatnya yang stabil dan mudah dipahami. Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang likuid dan cocok untuk jangka menengah hingga panjang. “Emas lebih familiar bagi banyak orang. Proses membelinya mudah dan menjualnya juga gampang,” ujarnya.
Namun, emas digital memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan. Karena emas digital belum berada di tangan investor, risiko hilang atau tidak bisa diakses bisa terjadi jika penyedia layanan mengalami gangguan. Oleh karena itu, Andi menyarankan agar investor mempertimbangkan alternatif seperti emas fisik yang bersertifikat atau menggunakan aplikasi emas digital yang sudah terbukti aman dan terpercaya.
Tips Investasi Emas yang Aman
Untuk meminimalkan risiko, Andi memberikan beberapa tips penting dalam berinvestasi emas:
- Pilih emas fisik yang bersertifikat atau emas digital dari aplikasi yang terpercaya.
- Jika memilih emas fisik, hindari membeli perhiasan karena tidak memiliki nilai tukar yang stabil.
- Beli emas secara bertahap agar bisa mengakumulasikan aset secara berkala.
- Investasikan emas untuk jangka menengah atau panjang minimal 3 tahun sebelum dijual kembali.
- Pastikan harga buyback lebih tinggi dari harga beli saat menjual.
- Gunakan gerai resmi seperti Antam atau toko emas bonafid untuk menjual emas.
Pentingnya Memahami Harga Jual dan Beli
Selain itu, investor perlu memahami selisih antara harga beli dan harga jual. Selisih ini biasanya sekitar 10 persen, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa harga jual lebih tinggi dari harga beli agar mendapatkan keuntungan.
Pemilihan Ukuran Emas yang Efisien
Andi juga menyoroti bahwa harga emas akan lebih murah jika dibeli dalam ukuran besar. Namun, jika dana terbatas, investor bisa membeli emas secara bertahap. Selain itu, membeli emas dalam ukuran kecil juga lebih menguntungkan karena lebih mudah dijual kembali.
Investasi emas tetap menjadi pilihan yang menarik, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti. Namun, investor perlu memahami risiko yang terkait dengan setiap jenis investasi. Dengan memilih metode investasi yang tepat dan memperhatikan faktor-faktor penting seperti periode investasi, harga jual dan beli, serta kepercayaan terhadap penyedia layanan, investor dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang keuntungan.

>

Saat ini belum ada komentar