Perayaan Kemenangan dan Kekecewaan di Babak Spektakuler Indonesian Idol 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Babak Spektakuler Show Indonesian Idol 2026 menjadi momen yang penuh dengan emosi, bakat, dan harapan. Dalam pertunjukan yang digelar malam ini, peserta terus berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk meraih mimpi menjadi idola Indonesia. Tema “Indonesian Pride & Trend” memberikan ruang bagi para peserta untuk tampil dengan lagu-lagu hits dari masa lalu yang masih menginspirasi.
Penampilan yang Menggelegar dan Menyentuh Hati
Keiko Regine, peserta asal Semarang, membuka babak ini dengan penampilan yang memukau. Ia membawakan lagu “Gelora Asmara” karya Derby Romero, yang berhasil membuat Bunga Citra Lestari dan Rossa memberikan standing ovation. Penampilannya menunjukkan keahlian vokal yang kuat serta ekspresi yang penuh makna.
Niki Becker juga menampilkan performa yang meyakinkan dengan lagu “Tanpa Cinta” milik Yovie & Nuno. Karakter vokal dan power yang dimilikinya mendapat apresiasi dari juri, termasuk Maia Estianty dan Judika. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar dalam kompetisi ini.
Celyne Grace tampil dengan lagu “Asmalibrasi” karya Soegi Bornean. Meski tidak mendapatkan standing ovation, penampilannya tetap mendapat pujian, termasuk dari Soleh Solihun yang menyebutnya sebagai penampilan bernilai tinggi.
Performa yang Kurang Memuaskan dan Penghapusan Peserta
Praditya, salah satu peserta, tampil dengan lagu “Spontan (tanpa) Uhuy!” karya Deabdil. Meskipun penampilannya cukup rapi secara teknis, ia dinilai kurang memberikan kejutan dan tidak mendapatkan standing ovation dari juri. Hal ini akhirnya memicu penghapusan Praditya dari kompetisi.
Rio Lahskart membawakan “Teganya Kau” karya Lyodra Ginting, yang dinilai oleh Rossa memiliki teknik vokal lengkap. Sementara itu, Meidra menyanyikan “Bunga Maaf” karya The Lantis, yang disambut antusias oleh penonton.
Keenan tampil dengan lagu “Kota Ini Tak Sama Tanpamu” karya Nadhif Basalamah, sedangkan Dandy Panjawi membawakan “Apa Mungkin” karya Bernadya. Meskipun penampilannya bagus, Maia Estianty menyoroti masalah tempo pada lagu tersebut.
Arrul Munyenyo tampil dengan “I Love U Bibeh” karya The Changcuters, namun Soleh Solihun mengkritik penampilannya yang kurang bertenaga. Penampilan Arrcely, Josh Flo, dan Aruna juga mendapat catatan karena belum tampil maksimal.
Reaksi dan Evaluasi Juri
Juri seperti Bunga Citra Lestari, Rossa, Maia Estianty, dan Judika memberikan evaluasi yang berbeda-beda terhadap setiap penampilan. Beberapa peserta mendapat pujian atas kemampuan vokal dan ekspresi, sementara yang lain diberi masukan untuk meningkatkan performa mereka.
Soleh Solihun, yang baru saja menjadi juri Indonesian Idol, menekankan bahwa semua penampilan harus murni hasil voting tanpa ada settingan. Ia juga menyatakan bahwa ia sangat tak menyangka bisa menjadi juri dalam ajang bergengsi ini.
Tantangan dan Harapan di Babak Berikutnya
Dengan penghapusan Praditya, persaingan di babak Spektakuler Show semakin ketat. Peserta yang tersisa akan terus berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di ajang ini. Dengan tema yang relevan dan penyanyi-penyanyi yang berbakat, Indonesian Idol 2026 diprediksi akan menjadi ajang yang penuh dengan kejutan dan prestasi.
Para penonton dan penggemar tentu menantikan penampilan lebih lanjut dari peserta yang tersisa. Dengan dukungan dari juri dan penonton, harapan besar diarahkan kepada mereka yang akan melanjutkan perjalanan menuju gelar juara.***

>

Saat ini belum ada komentar