Pengembangan Infrastruktur Transportasi di Jakarta: Stasiun Jatake Resmi Beroperasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan infrastruktur transportasi di kawasan Jabodetabek terus berjalan, salah satunya dengan hadirnya stasiun baru yang akan melayani pengguna kereta rel listrik (KRL). Stasiun Jatake, yang berada di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, akhirnya siap beroperasi. Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat mobilitas warga sekitar.
Proses Persiapan dan Peresmian Stasiun Jatake
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Mochamad Purnomosidi, mengungkapkan bahwa stasiun tersebut akan diresmikan pada Rabu, 28 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan dari sisi operator sudah selesai. Termasuk sistem tiketing, rambu penunjuk arah, serta pengaturan layanan petugas di lapangan.
“Secara overall dari sisi tugas KCI sudah selesai. Artinya sudah kita siapkan semaksimal mungkin, sudah siap gitu ya. Jadi InsyaAllah kalau Rabu nanti memang fix akan dioperasikan Jatake, kita siap untuk operasikan Stasiun Jatake,” ujar Purnomosidi dalam konferensi pers.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya hanya menunggu instruksi resmi terkait pengoperasian stasiun tersebut. Jika tidak ada kendala, maka stasiun akan langsung beroperasi setelah peresmian.
Konsep Pembangunan dan Fasilitas yang Tersedia
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi umum, sehingga mendorong penggunaan moda transportasi umum dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
Stasiun ini memiliki luas lahan 2.435 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Didesain untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari, stasiun ini memiliki peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Di dalam gedung tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI.
Di luar bangunan, stasiun dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda. Selain itu, terdapat lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masa depan.
Layanan yang Ditawarkan oleh Stasiun Jatake
Stasiun Jatake akan menjadi bagian dari jalur Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Jalur ini mencakup sejumlah stasiun penting seperti Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung.
Dengan kehadiran stasiun ini, warga sekitar akan lebih mudah mengakses pusat-pusat ekonomi dan pendidikan di sekitar kawasan BSD. Selain itu, stasiun ini juga diharapkan dapat mengurangi beban stasiun-stasiun lain yang sudah ada, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi para pengguna KRL.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Pembukaan Stasiun Jatake merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kualitas transportasi umum di wilayah Jabodetabek. Namun, tantangan tetap ada, termasuk pengelolaan lalu lintas penumpang, pemeliharaan infrastruktur, serta pengembangan kawasan sekitar stasiun.
Dengan kolaborasi yang baik antara KCI, KAI, dan pihak swasta, diharapkan Stasiun Jatake dapat menjadi contoh sukses dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

>

Saat ini belum ada komentar