Legislator Jatim: Potensi Ekonomi Daerah dari Industri Migas di Madura
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Industri minyak dan gas (migas) di wilayah Madura memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, jika sistem bagi hasil dan partisipasi pengelolaan migas dapat dimaksimalkan. Anggota DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, menekankan bahwa kekayaan migas di Madura, termasuk cadangan minyak dan gas yang masih potensial, dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat apabila porsi bagi hasilnya diperkuat, khususnya dari pemerintah pusat ke daerah.
Harisandi menjelaskan, Participating Interest (PI) atau keterlibatan daerah dalam pengelolaan blok Migas yang selama ini berada pada kisaran 9–10 persen di sejumlah wilayah, diharapkan dapat memberikan pemasukan tambahan bagi pemerintah kabupaten maupun provinsi. Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Potensi migas bisa meningkatkan perekonomian lokal asalkan porsi hasilnya adil dan dikelola dengan baik,” ujar politisi PKS ini. Ia menambahkan, DPRD Jatim terus mendorong agar keberadaan industri Migas tidak hanya menguntungkan perusahaan atau pemerintah pusat semata, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Madura. Termasuk di antaranya pemanfaatan hasil Migas untuk pembangunan fasilitas publik dan peningkatan layanan masyarakat.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Migas
Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam memastikan bahwa manfaat dari industri migas benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat. Dalam hal ini, DPRD Jawa Timur aktif melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pengelolaan blok migas di wilayah Madura. Anggota Komisi D tersebut menyoroti pentingnya adanya transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi hasil migas.
Harisandi menyampaikan bahwa saat ini, pandangan negatif terhadap Madura sebagai wilayah eksplorasi tanpa manfaat signifikan bagi masyarakat lokal harus dihilangkan. “Kami ingin menghilangkan pandangan negatif selama ini bahwa Madura hanya menjadi wilayah eksplorasi tanpa manfaat signifikan bagi masyarakat lokal, sementara keuntungannya lebih banyak mengalir ke luar daerah atau pusat,” katanya.
Kebijakan dan Regulasi Terkait Migas
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menetapkan beberapa kebijakan dan regulasi terkait pengelolaan migas di Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan bagi hasil yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada daerah. Namun, realisasi kebijakan ini masih perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Beberapa kebijakan lain seperti peningkatan eksplorasi dan pengembangan cadangan migas juga diperlukan untuk meningkatkan produksi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat kerja sama dengan investor lokal dan internasional untuk memastikan pengelolaan migas yang berkelanjutan dan berdampak positif.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki potensi besar, pengelolaan migas di Madura juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utamanya adalah keterbatasan kapasitas dan sumber daya daerah dalam mengelola blok migas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah pusat dalam bentuk pelatihan, teknologi, dan dana yang cukup untuk membangun kapasitas daerah.
Di sisi lain, ada juga peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Madura. Dengan adanya investasi yang tepat dan pengelolaan yang baik, industri migas dapat menjadi salah satu sektor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pengembangan industri pendukung migas juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, industri migas di Madura memiliki potensi besar untuk menjadi mesin ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dengan sistem bagi hasil yang adil dan pengelolaan yang profesional, industri migas di Madura dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar