Jurnalis Diperlakukan Bebas, JK: Tidak Pernah Ada Sensor Saat Jadi Wapres
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Wakil Presiden yang menjabat ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyatakan bahwa dirinya selalu memberikan kebebasan kepada jurnalis selama menjalankan tugas di pemerintahan.
“Saya menghargai jurnalis yang bebas. Itu saja,” kata JK, setelah menerima penghargaan sebagai Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dalam Malam Puncak Anugerah Dewan Pers 2025 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/12/2025).
JK mengingat masa ketika ia masih menjabat sebagai wakil presiden. Setiap hari Jumat, JK biasa berdiskusi dengan para jurnalis tanpa batasan topik.
Pada pertemuan itu, ia memastikan tidak ada sensor atau keterangan yang bersifat rahasia.
“Jika setiap Jumat saat Wapres berada di kantor, setiap Jumat ada konferensi pers sambil berjalan. Semua pertanyaan boleh diajukan. Tidak ada sensor, tidak ada sesi off the record. Tanyakan apa saja yang ingin ditanyakan. Bagi saya, itu adalah kebebasan pers yang sebenarnya,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Ketua Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, Maha Eka Swasta, menyatakan bahwa JK konsisten menunjukkan sikap menghargai profesi jurnalis serta kebebasan pers.
“Komisi Pers melihat sikap menghargai dan tetap setia beliau terhadap profesi jurnalis serta kebebasan pers,” ujar Eka.
Menurut Eka, Dewan Pers juga memperhatikan komitmen JK dalam menghargai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta tugas Dewan Pers sebagai lembaga penyelesaian sengketa pers.
“Perspektif ini sangat selaras dengan semangat menjaga kebebasan pers pada masa reformasi,” katanya.
Eka menuturkan, JK dikenal luas sebagai tokoh yang giat dalam upaya menciptakan perdamaian dan bantuan kemanusiaan, mulai dari proses rekonsiliasi di Aceh hingga penyelesaian sengketa di Poso dan Ambon.
Selain JK, Dewan Pers juga memberikan penghargaan dalam dua kategori lainnya. Muhammad Rifky Juliana, seorang jurnalis Tribunbanten.com, memperoleh penghargaan Wartawan Tangguh. Sementara itu, pendiri Harian Kompas, Jakob Oetama, mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Pers. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar