Wali Kota Eri Setop Izin Klub Malam dan Reformasi Bansos RW

Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Eri Cahyadi bersama Yamatas menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Graha Sawunggaling.
  • Eri Cahyadi tegaskan moratorium izin klub malam baru serta larangan keras pengunjung di bawah umur guna menekan peredaran miras ilegal.
  • Pemkot mereformasi verifikasi bansos melalui musyawarah RW dengan target validasi 2 RT per hari dan menerjunkan ASN berkantor di Balai RW.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Yayasan Majelis Taklim Surabaya (Yamatas) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Graha Sawunggaling, Senin (19/10/2026). Momentum keagamaan ini menjadi panggung strategis bagi kepala daerah untuk menegaskan komitmen penertiban sosial, mulai dari moratorium izin hiburan malam hingga reformasi mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis musyawarah warga.

Rangkaian acara yang dibuka khidmat dengan lantunan pembacaan ayat suci Al-Qur’an tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yamatas Hajah Nyai Elok Zulaikha, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah majelis taklim dari berbagai penjuru Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih atas kontribusi konsisten Yamatas serta majelis taklim yang senantiasa memanjatkan doa demi keberkahan dan ketenteraman Kota Pahlawan.

“Ketika memperingati Maulid Nabi, tidak sekadar kita berkumpul berselawat. Namun, kita harus mencontoh keteladanan Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang jujur, berani, amanah, siddiq, dan fathonah,” ujar Eri Cahyadi di hadapan para jemaah.

Ketahanan Keluarga: Moratorium Izin Klub Malam dan Larangan Pengunjung di Bawah Umur

Wali Kota Eri menyerukan keterlibatan aktif majelis taklim untuk memperkuat edukasi moral serta membangun ketahanan keluarga di tingkat lingkungan. Ia menilai sinergi antara doa spiritual kaum ibu dan tindakan nyata warga merupakan benteng utama dalam menjaga situasi kota tetap aman, tertib, dan kondusif.

Sejalan dengan upaya proteksi generasi muda, Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dalam mengontrol peredaran minuman beralkohol. Kebijakan moratorium izin tempat hiburan malam diberlakukan demi menekan potensi penyakit masyarakat.

“Kami (Pemkot Surabaya) berkomitmen memberantas peredaran minuman keras (miras) tanpa izin dengan tidak lagi mengeluarkan izin baru untuk klub malam. Yang berizin juga kami larang untuk menerima pengunjung dibawah umur. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan penjualan miras ilegal di lingkungannya agar dapat segera ditindak dan ditutup,” tegas Eri secara lugas.

Reformasi Bansos: Tinggalkan Desil Kaku, Validasi Target 2 RT per Hari

Selain penegakan ketertiban sosial, Wali Kota Eri mengajak seluruh elemen majelis taklim turut mengawal transformasi program strategis pemerintah daerah, terutama dalam pembaruan basis data penerima bantuan sosial.

Skema baru ini mengubah paradigma lama penentuan kelayakan bantuan yang selama ini kerap terpaku kaku pada data desil. Pemkot Surabaya mengalihkan mekanisme verifikasi melalui musyawarah terbuka di tingkat Rukun Warga (RW) agar lebih adil, objektif, dan faktual.

Untuk memastikan akselerasi pembaharuan data warga miskin berjalan optimal, Pemkot Surabaya menetapkan target harian yang terukur bagi pengurus lingkungan.

“Setiap RW ditargetkan menyelesaikan validasi data untuk dua RT setiap harinya dengan melibatkan warga, pengurus RT, dan RW untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Jadi saya minta ayo kita sukseskan bersama,” paparnya.

Wali Kota Eri: Dekatkan Pelayanan Publik: ASN Surabaya Berkantor di Balai RW

Di sektor birokrasi, Pemkot Surabaya terus memangkas jarak pelayanan administratif melalui program penerjunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas pemkot untuk bertugas langsung di Balai RW. Kehadiran aparatur di balai rukun warga difokuskan untuk mempercepat respons penyelesaian berbagai aduan masyarakat di tingkat akar rumput tanpa birokrasi berbelit.

Menutup arahannya, Eri mengajak seluruh jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum pembaharuan akhlak, meneladani integritas Rasulullah SAW ke dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat.

“Saya yakin peran aktif serta dukungan dari kaum ibu dan majelis taklim memiliki kekuatan besar dalam mengawal perubahan positif dan pembangunan di Kota Surabaya,” pungkasnya.