Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKRIM » Wakapolri: Ancaman Terorisme Berubah, Pencegahan, Collaborative Approach, dan Perlindungan Generasi Muda Jadi Kunci Keamanan Masa Depan

Wakapolri: Ancaman Terorisme Berubah, Pencegahan, Collaborative Approach, dan Perlindungan Generasi Muda Jadi Kunci Keamanan Masa Depan

  • account_circle Teguh Priyono
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini telah mengalami perubahan mendasar, dari pola terstruktur menuju jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali dengan pendekatan konvensional.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., sebagai bentuk penguatan sinergi nasional menghadapi ancaman ekstremisme yang terus bertransformasi.

Rakernis Densus 88 AT Polri tahun ini menjadi momentum memperkuat arah kebijakan penanggulangan terorisme Indonesia yang semakin menitikberatkan pada pencegahan dini, perlindungan anak, penguatan literasi digital, serta pendekatan kolaboratif (collaborative approach) lintas sektor, seiring perkembangan ancaman yang bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan sebelumnya.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh strategi penanganan terorisme harus berpijak pada Grand Strategy Polri 2025–2045 dan selaras dengan Renstra Polri 2025–2029, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan kebijakan menghadapi tantangan masa depan.

“Kita sedang menghadapi perubahan besar. Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi, bergerak melalui individu atau kelompok kecil tanpa struktur formal, namun terkonsolidasi melalui paparan digital dan lingkungan sosial.

Ia menjelaskan bahwa ideologi pelaku tidak lagi selalu hadir sebagai doktrin tunggal yang utuh, tetapi berupa fragmen ideologi yang bercampur sesuai kebutuhan psikologis dan sosial individu. Karena itu, pendekatan lama dalam memahami ekstremisme perlu dilengkapi dengan perspektif baru seperti Composite Violent Extremism (CoVE) untuk membaca ancaman yang ambigu dan konvergen.

Selain itu, Wakapolri mengingatkan bahwa ekstremisme saat ini bersifat “glocal”, ketika arus informasi global dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

“Ancaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,” tegasnya.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan Wakapolri adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026 mencatat 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC) dan 132 anak terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipahami sebagai fenomena gunung es, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

“Kebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,” kata Wakapolri.

Ia menegaskan bahwa anak perlu dipahami secara bersamaan sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif, protektif, dan berbasis perlindungan, bukan semata punitif.

Untuk itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis (socioecological model), yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dan ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem “Rumah Aman menuju Sekolah Aman”, di mana Polri berperan sebagai penghubung koordinasi lintas pihak dalam mendeteksi serta mencegah potensi risiko sejak awal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menekankan bahwa ancaman ekstremisme masa kini tidak dapat dihadapi oleh satu institusi secara mandiri. Pendekatan yang dibutuhkan adalah collaborative approach, yakni kolaborasi aktif dan berkelanjutan antara aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, komunitas, akademisi, platform digital, hingga masyarakat sipil.

“Ancaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Ia harus dihadapi melalui sinergi utuh antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,” tegas Wakapolri.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai menjadi fondasi penting menghadapi ancaman yang kini bersifat multidimensional, lintas platform, dan lintas batas negara, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga mengapresiasi langkah preventif yang telah dilakukan Ditcegah Densus 88, di antaranya penguatan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, program edukasi di 90 SMAN DKI Jakarta yang menjangkau 31.234 siswa dan 1.300 guru serta orang tua, program Ratakan Bali Pro Max di 70 sekolah dengan 9.950 peserta, hingga penerbitan 70 surat edaran pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang tersebar di 33 provinsi.

Kehadiran langsung Kepala BNPT dalam Rakernis turut memperkuat pesan bahwa penanggulangan terorisme membutuhkan orkestrasi kebijakan nasional, menghubungkan pencegahan, deradikalisasi, literasi publik, penegakan hukum, dan penguatan masyarakat dalam satu ekosistem keamanan yang terpadu.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Polri menegaskan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif dengan mengedepankan deteksi dini, asesmen risiko, dan penguatan ketahanan generasi muda, seiring perubahan pola ancaman di era digital.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan menghadapi ancaman ekstremisme yang berubah cepat, sekaligus memperkuat transformasi kelembagaan menuju pendekatan prediktif, preventif, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan Transformasi Polri.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan prinsip utama strategi penanggulangan ancaman masa depan:

“Negara tidak boleh hanya datang saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui kemampuan membaca perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi risiko nyata.

Rakernis Densus 88 AT Polri 2026 menegaskan satu hal: menghadapi ancaman baru, negara membutuhkan cara kerja baru — lebih kolaboratif, lebih adaptif, dan lebih dekat dengan masyarakat.(dk/tgh)

  • Penulis: Teguh Priyono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Pemilihan Smartphone Samsung Sebelum Peluncuran Galaxy S27

    Strategi Pemilihan Smartphone Samsung Sebelum Peluncuran Galaxy S27

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengguna smartphone khususnya penggemar merek Samsung sering kali mencari informasi tentang jadwal rilis perangkat terbaru. Salah satu yang paling dinantikan adalah Samsung Galaxy S27, yang diperkirakan akan dirilis pada Februari 2027 melalui acara Galaxy Unpacked. Namun, menunggu hingga waktu tersebut bukanlah pilihan ideal bagi semua pengguna. Banyak pengguna saat ini lebih memilih alternatif dari […]

  • Persija Jakarta, Malut United

    Loyalitas Suporter dalam Super League 2025/2026: Persija Jakarta Unggul di Segala Aspek

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Loyalitas suporter menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sebuah klub sepak bola. Di Super League 2025/2026, hal ini terbukti dengan dominasi yang ditunjukkan oleh beberapa klub besar, terutama Persija Jakarta. Klub asal Ibu Kota ini berhasil mencatatkan jumlah penonton terbanyak sepanjang musim, mengungguli rival-rivalnya seperti Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Angka […]

  • Sekolah Sampah, Surabaya

    Sekolah Sampah: Solusi Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah di Surabaya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya kini mengambil langkah inovatif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Dengan munculnya program Sekolah Sampah, warga diberi kesempatan untuk belajar secara langsung tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi yang menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Tujuan Utama Program Sekolah Sampah Program Sekolah Sampah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu […]

  • Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Yon TP 886/PJ di Tulungagung

    Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Yon TP 886/PJ di Tulungagung

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 82
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 886/PJ di Kabupaten Tulungagung, Senin (16/2/2026). Kolonel Untoro menjelaskan bahwa peninjauan yang dilakukan Pangdam bersama sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya bertujuan untuk melihat langsung batalyon yang saat ini masih dalam proses pembangunan tersebut. “Bapak […]

  • Hari Suci Siwaratri ,Budaya Bali

    Kekalahan Berulang Espanyol Mengingatkan Pada Momen Kelam 2018-19

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan terbaru Espanyol dalam laga melawan Mallorca menimbulkan perasaan miris bagi para penggemar klub. Hasil ini memperpanjang rekor buruk yang membuat mereka kembali menghadapi situasi serupa dengan masa lalu, khususnya pada musim 2018-19. Meski kondisi saat ini berbeda dari dulu, dampak negatif dari kekalahan tersebut tetap menjadi sorotan. Situasi yang Mirip dengan Musim Lalu […]

  • DPRD Surabaya, Kaji Ipuk, PDI Perjuangan

    Soal Pengganti Ketua DPRD, Kaji Ipuk: Saya Siap Jika Diperintahkan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 115
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dinamika pengisian kursi Ketua DPRD Surabaya pasca wafatnya Adi Sutarwijono mulai mengemuka. Salah satu kader yang menyatakan kesiapan adalah Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Syafuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk. Usai rapat Fraksi PDIP di DPRD Surabaya, Rabu (18/2/2026), Kaji Ipuk menegaskan bahwa proses pengisian jabatan tersebut sepenuhnya berada di tangan […]

expand_less