Rayakan Idul Adha 2026, IDSurvey Beri Sertifikasi Halal Gratis untuk Tempat Potong Hewan dan Unggas
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha 2026, Holding BUMN Jasa Survei (IDSurvey) tidak hanya fokus membagikan hewan kurban kepada masyarakat. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), IDSurvey mengambil langkah strategis dengan memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha Tempat Pemotongan Hewan dan Unggas (TPH/TPU) di wilayah Jabodetabek.
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kesiapan industri daging nasional, mengingat kewajiban sertifikasi halal penuh akan mulai diterapkan pemerintah.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, menjelaskan bahwa esensi kurban kali ini ditingkatkan kualitasnya. IDSurvey ingin memastikan bahwa seluruh proses penyembelihan hewan sejak di hulu sudah memenuhi standar kehalalan yang terverifikasi dan higienis.
“Kegiatan kurban tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga memastikan proses penyembelihan sesuai standar kehalalan. Pendekatan ini penting agar praktik berbagi tetap selaras dengan prinsip kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan,” ujar Sinung dalam keterangan resminya.
Menariknya, program ini dirancang dengan konsep Creating Shared Value (CSV). Artinya, aksi sosial IDSurvey diselaraskan langsung dengan keahlian inti perusahaan di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (TICC).
Selain sertifikasi gratis untuk TPH/TPU, IDSurvey juga menggelar pelatihan khusus bagi Juru Sembelih Halal (Juleha).
Langkah intervensi ini diambil sebagai respons atas amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Berdasarkan regulasi tersebut, seluruh produk pangan dan jasa penyembelihan wajib memiliki sertifikat halal.
Bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), pemenuhan regulasi ini kerap terbentur masalah biaya dan kesiapan teknis. Di sinilah IDSurvey hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
“TPH/TPU dan Juleha adalah titik kritis dalam penjaminan kehalalan produk daging. Peran IDSurvey tidak hanya sebagai lembaga TICC, tetapi juga mitra strategis masyarakat. Melalui program TJSL berbasis expertise ini, kami menciptakan nilai bersama yang meningkatkan kualitas dan kepatuhan usaha,” tambah Sinung.
Dorong Standar ASUH dan Daya Saing Global
Mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), IDSurvey tidak sekadar memberikan bantuan cuma-cuma, melainkan melakukan pembinaan berkelanjutan.
Para pelaku usaha akan didampingi dalam menyusun Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), audit fasilitas, hingga sertifikasi kompetensi Juleha agar mampu memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Sinung optimis, transformasi di sektor pangan ini akan membawa dampak ekonomi yang besar. Pelaku usaha yang mengantongi sertifikat halal diyakini akan lebih mudah mendapat kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar domestik, hingga menembus rantai pasok global.
Ke depan, IDSurvey berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan berbasis keahlian ini demi membangun ekosistem halal Indonesia yang inklusif, kuat, dan berdaya saing internasional. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
