Program Pelatihan Tempe Berstandar Halal untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi UMKM Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perajin tahu perkecil ukuran faktor harga kedelai yang melambung (foto : Achmad Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah upaya pemerintah dan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Surabaya menjadi salah satu kota yang gencar mendorong inovasi dalam sektor pangan. Salah satu program yang saat ini digulirkan adalah pelatihan pembuatan tempe berstandar halal. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi UMKM agar memiliki daya saing lebih tinggi dan bisa mencapai kemandirian ekonomi.
Kolaborasi antara BUMN dan Swasta
Kolaborasi antara FKS Group dan Pelindo Multi Terminal menjadi motor penggerak utama program ini. Dengan semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, inisiatif ini fokus pada penguatan keterampilan praktis serta peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Adapun tahap kedua dari program ini diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya. Target peserta yang akan terlibat mencapai lebih dari 100 ibu-ibu rumah tangga.
Pelatihan yang Komprehensif
Peserta mendapatkan berbagai jenis pelatihan, mulai dari pembuatan tempe segar yang higienis sesuai standar halal, hingga pengembangan produk inovasi berbasis kedelai. Selain itu, mereka juga diajarkan cara membuat desain kemasan produk, pelatihan pembukuan sederhana, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa produk UMKM tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat masuk ke pasar modern.
Dukungan dari Wali Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk memperkuat eksistensi UMKM. Menurutnya, melalui inovasi produk, produk tempe, tahu, atau olahan kedelai lainnya dari lokasi binaan bisa memiliki nilai tambah yang tinggi dan berdaya saing global.
Harapan dari Pelaku Usaha
VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam setiap langkah yang dilakukan. Dengan demikian, komunitas yang telah mendapat manfaat bisa turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Peran FKS Group dalam Pengembangan UMKM
VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menjelaskan bahwa FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi
Program pelatihan tempe berstandar halal ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta bisa menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, UMKM Surabaya memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperkuat posisi ekonomi mereka di pasar lokal maupun global.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar