Eri Cahyadi Harap Perencanaan Infrastruktur Bisa Atasi Banjir di Surabaya Selatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota metropolitan yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, sering menghadapi tantangan terkait banjir. Terutama di wilayah selatan, masalah ini menjadi perhatian khusus bagi warga dan pemerintah setempat. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan-kawasan tertentu di Surabaya bagian selatan sering tergenang air saat musim hujan. Hal ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa penanganan banjir adalah prioritas utama dalam program pemerintahan tahun ini. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga, khususnya di area yang sering terkena dampak banjir. Menurut Eri, upaya ini akan dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Pembangunan Rumah Pompa Baru
Salah satu langkah strategis yang direncanakan adalah pembangunan rumah pompa baru di titik-titik rawan banjir. Wilayah seperti Panjang Jiwo dan Medokan Semampir, serta sekitar Gereja Bethany Nginden, menjadi fokus utama. Eri menjelaskan bahwa daerah-daerah ini sering mengalami banjir setiap tahun, terutama ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa di lokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan air secara signifikan.
“Kita akan bangun rumah pompa baru di Panjang Jiwo itu depan SPBU, depan Gereja Bethany. Karena setiap tahun Nginden itu banjir. Jadi nanti akan bangun di sana, tahun ini,” ujar Eri.
Pembenaran Saluran Air dan Penggunaan Box Culvert
Selain pembangunan rumah pompa, Eri juga menyoroti pentingnya pembenaran saluran air di kawasan-kawasan yang sering tergenang. Misalnya, di wilayah Menanggal dan Gayung Kebonsari, pekerjaan perbaikan saluran air akan dilakukan. Namun, dalam beberapa kasus, biaya untuk membangun box culvert (saluran bawah tanah) dinilai terlalu mahal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan menggunakan solusi alternatif seperti CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile), yang lebih efisien secara finansial.
“Kalau box culvert nanti uangnya enggak cukup, maka kita menggunakan CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile), tahun depannya baru kita lakukan box culvert,” jelas Eri.
Solusi Storage Air untuk Kawasan Tenggilis Mejoyo
Di kawasan Tenggilis Mejoyo, yang menuju Panjang Jiwo, pemerintah akan membangun storage atau penampung air. Alasan utamanya adalah tidak memungkinkannya dilakukan pelebaran saluran di kawasan tersebut. Storage ini akan berfungsi sebagai tempat pembagian air agar distribusi air bisa lebih merata dan efisien.
“Fungsi storage itu adalah untuk pembagian air. Jadi kalau dilihat, ketika ada saluran, air itu kan menuju ke sungai besar ke Kali Jagir, Kali Surabaya, atau ke rumah pompa,” tambah Eri.
Target Bebas Banjir pada November 2026
Eri menargetkan bahwa masalah banjir di Surabaya bagian selatan akan tuntas pada November 2026 mendatang. Setelah itu, pemerintah akan beralih ke wilayah-wilayah lain untuk menangani masalah serupa. Dengan demikian, rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi banjir di wilayah selatan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas hidup warga di kota ini secara keseluruhan.
“[Jangka pendeknya] dikerjakan pada tahun ini, karena nanti tahun depan tidak boleh lagi (banjir) ada wilayah di sini (selatan). Kita pindah (tangani) wilayah lain,” tutup Eri.***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar