Reuni Lebaran Bangkitkan PBC, Dari Temu Kangen Jadi Awal Kebangkitan
- account_circle Adis
- calendar_month 59 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Salah satu performa band yang tergabung dengan PBC
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Setelah ’tidur panjang’ sejak 2019, Pacet Band Community (PBC) akhirnya kembali bernapas lewat momen reuni yang dikemas dalam halal bihalal Lebaran. Pertemuan yang digelar di Rooftop Pacet, Mojokerto, Sabtu (11/4/2026) malam itu menjadi ajang temu kangen sekaligus titik awal kebangkitan komunitas musik tersebut.
Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Para musisi lintas generasi yang pernah tergabung dalam PBC kembali berkumpul, melepas rindu setelah sekian lama tak bersua. Tawa, cerita lama, hingga kenangan masa kejayaan komunitas pun mengalir begitu saja.
Reuni ini tak sekadar mempertemukan kembali para anggota, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang sempat meredup. Dari sinilah, harapan untuk mengaktifkan kembali PBC mulai tumbuh.
Sejumlah band yang pernah meramaikan komunitas ini turut hadir, seperti MEZZALUNA, TEMPERATURE, GRASSHOPER, JOBAZ, MR VOODOO, THE PEPPERS, NGASAL BRITISH, hingga THE LOSS DAD. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa ikatan dalam komunitas ini masih terjaga.
Ketua pelaksana kegiatan, Andreas, menyebut reuni ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali para anggota.
“Ini bukan sekadar halal bihalal, tapi juga ajang reuni yang lama dinantikan. Dari sini kita mulai lagi, pelan-pelan membangun PBC agar kembali aktif,” ujarnya.
Kemeriahan semakin terasa saat sesi jamming dimulai. Tanpa persiapan panjang, para musisi langsung berkolaborasi di atas panggung. Momen spontan itu justru menjadi bukti bahwa chemistry antar anggota masih kuat.
Selain itu, obrolan santai di sela acara juga membuka banyak rencana ke depan. Mulai dari ide menggelar event musik hingga upaya merangkul generasi baru agar ikut bergabung dalam komunitas.
Ketua PBC, Hendra atau Wak’hen, menilai reuni ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk menghidupkan kembali ekosistem musik di Pacet.
“Dari reuni ini kita bisa melihat semangatnya masih ada. Tinggal bagaimana kita jaga dan kembangkan agar PBC bisa kembali seperti dulu, bahkan lebih besar,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti munculnya band-band baru sebagai tanda regenerasi yang mulai berjalan. Hal ini dinilai menjadi energi tambahan bagi komunitas untuk terus berkembang.
Melalui reuni ini, PBC tak hanya melepas rindu, tetapi juga menyalakan kembali api semangat yang sempat padam. Dari sebuah pertemuan sederhana, kini lahir harapan besar untuk menghidupkan kembali skena musik lokal di Pacet dan sekitarnya.(ZACK)
- Penulis: Adis

>
>