SPPG Belor Kediri Resmi Dibuka, Program Gizi Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga Desa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 34 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Semangat swasembada gizi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan kini nyata di Desa Belor, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Belor resmi dibuka pada Minggu (1/3), menjadi langkah baru dalam memperkuat sinergi antara yayasan sosial dan program strategis pemerintah.
Peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku wilayah, mulai dari Pemerintah Desa Belor, Kecamatan Purwoasri, hingga unsur TNI dan Polri. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan atas program yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Inisiatif Putri Daerah, Wujudkan Program Pemerintah di Akar Rumput
Tokoh di balik berdirinya SPPG Belor adalah Hj Indah, pemilik Yayasan Bakti Desa Nusantara. Sebagai putri daerah Kediri, ia meresmikan fasilitas ini dengan penuh rasa bangga dan harapan.
“Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Kediri, hati saya selalu terpanggil untuk memastikan program pemerintah yang berpihak kepada rakyat dapat terwujud dengan nyata di sini. SPPG Belor adalah bukti bahwa sinergi sektor swasta dan pemerintah bisa menciptakan perubahan yang menyentuh hingga ke dapur-dapur warga,” ujar Hj Indah.
Menurutnya, kehadiran SPPG tidak sekadar menjalankan program makan bergizi, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang menghidupkan ekonomi desa.
Serap Tenaga Kerja Lokal, Libatkan Pemuda dan Ibu Rumah Tangga
SPPG Belor mengusung konsep dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Sedikitnya 30 warga lokal telah direkrut untuk bekerja di dapur tersebut. Mereka terdiri dari kalangan pemuda hingga ibu rumah tangga yang ditempatkan sesuai dengan keahlian masing-masing.
Langkah ini menjadi bukti bahwa program gizi dapat berjalan beriringan dengan upaya pengentasan pengangguran di tingkat desa.
SPPG Belor: Hilirisasi Pertanian, Petani Dapat Kepastian Pasar
Selain membuka lapangan kerja, SPPG Belor juga berperan sebagai penggerak ekonomi berbasis desa. Hasil pertanian lokal dari Kecamatan Purwoasri kini memiliki jalur distribusi yang jelas untuk memasok kebutuhan dapur gizi.
“Tujuan kami bukan sekadar memberi makan, tapi menghidupkan ekosistem ekonomi. Kami ingin para pemuda punya peran, ibu-ibu punya penghasilan tambahan, dan petani kita punya kepastian pasar. Ini adalah siklus kebaikan yang ingin kami jaga di Purwoasri,” tambah Indah.
Dengan skema ini, program SPPG diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Ribuan Paket Makanan Bergizi Disalurkan untuk Anak dan Ibu
Kehadiran SPPG Belor disambut antusias oleh masyarakat. Program ini akan menyalurkan ribuan paket makanan bergizi tinggi kepada anak-anak sekolah di Desa Belor.
Tak hanya itu, sasaran program juga mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dengan pendekatan gizi sekaligus ekonomi, SPPG Belor diharapkan menjadi model pembangunan desa yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga memperkuat kesejahteraan warga secara menyeluruh. ***

>
>
>
