Serangan Militer Israel di Beirut Mengakibatkan Kematian Lima Komandan Pasukan Quds
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Militer Israel mengklaim telah menewaskan lima komandan kunci dari Pasukan Quds, yang merupakan bagian dari Garda Revolusi Iran, dalam serangan terhadap sebuah hotel di Beirut, Lebanon, pada hari Minggu (8/3). Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Angkatan Laut Israel dan diarahkan berdasarkan informasi intelijen yang akurat. Menurut laporan, para komandan tersebut sedang mengadakan pertemuan di hotel tersebut saat serangan terjadi.
Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi poros Iran di Timur Tengah, termasuk di Beirut. Meskipun klaim ini dibuat oleh militer Israel, identitas kelima komandan tersebut belum diungkapkan secara resmi.
Kekacauan di Lebanon Akibat Serangan Berkelanjutan
Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pihak Lebanon melaporkan hampir 400 orang tewas akibat serangan-serangan ini. Situasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan warga setempat, terutama karena konflik ini terus berlanjut meskipun telah ada gencatan senjata tahun 2024.
Lebanon terlibat dalam perang ini karena Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama serangan gabungan AS-Israel. Serangan ini memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
Israel terus melakukan serangan yang ditujukan kepada Hizbullah, bahkan setelah adanya kesepakatan gencatan senjata. Beberapa gelombang serangan telah diluncurkan minggu ini, termasuk pengiriman pasukan darat ke daerah perbatasan. Sementara itu, Hizbullah mengklaim bahwa mereka terus menargetkan wilayah utara Israel, termasuk menyerang pangkalan angkatan laut di Haifa dan mengirimkan sejumlah besar drone ke arah kota Nahariya.
Korban di Wilayah Selatan Lebanon
Militer Israel juga melaporkan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan. Ini menjadi korban pertama dari pasukan Israel sejak serangan terbaru dimulai pada 2 Maret. Militer Israel mengimbau warga Lebanon untuk meninggalkan daerah di selatan Sungai Litani, yang mencakup ratusan kilometer persegi.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengungkapkan bahwa serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 394 orang selama seminggu terakhir, termasuk 83 anak-anak dan 42 wanita. Sebelumnya, kementerian kesehatan Lebanon juga melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam pusat kota Beirut, menargetkan sebuah kamar hotel dan menewaskan empat orang serta melukai 10 lainnya.
Perluasan Konflik di Timur Tengah
Konflik antara Israel dan Iran, serta kelompok-kelompok yang didukung Iran seperti Hizbullah, terus berdampak luas di kawasan Timur Tengah. Serangan-serangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait menunjukkan bahwa situasi politik dan militer di kawasan ini sangat rentan terhadap eskalasi. Keamanan warga sipil di Lebanon dan wilayah-wilayah lain di kawasan menjadi ancaman yang nyata.
Pihak internasional dan organisasi kemanusiaan terus memantau perkembangan situasi ini, dengan harapan agar konflik dapat segera diselesaikan melalui dialog dan diplomasi. Namun, sampai saat ini, kekerasan dan ancaman terus berlanjut, menimbulkan duka bagi banyak keluarga dan masyarakat di kawasan tersebut.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar