Peringatan dari Kurdi Suriah terhadap Kelompok Kurdi di Iran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kelompok Kurdi di Suriah memberikan peringatan keras kepada saudara-saudara etnis mereka di Iran untuk tidak mudah terjebak dalam janji-janji manis yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS). Peringatan ini muncul setelah berita mengenai adanya kesepakatan antara kelompok oposisi Kurdi di Iran dengan pemerintahan Donald Trump. Mereka menilai bahwa keberpihakan pada Washington adalah “pedang bermata dua” karena pengalaman buruk mereka selama konflik di medan tempur Suriah.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang selama bertahun-tahun menjadi mitra utama AS dalam memerangi ISIS, kini justru menyuarakan skeptisisme terhadap kebijakan luar negeri AS. Menurut sumber dari kepemimpinan Kurdi Suriah, dukungan militer asing sering kali datang dengan harga yang sangat mahal. Hal ini disampaikan sebagai bentuk peringatan bagi rekan-rekan mereka di Iran agar tidak terjebak dalam politik yang rumit.
Ketakutan SDF bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka merasa sering dikhianati oleh kebijakan luar negeri AS yang berubah-ubah. Saat kepentingan Washington bergeser, mereka merasa dibiarkan sendirian menghadapi gempuran militer Turki dan tekanan dari rezim Bashar al-Assad. SDF menekankan bahwa menjadikan diri sebagai instrumen dalam konflik antara AS dan Iran hanya akan memperburuk situasi bagi rakyat Kurdi di wilayah tersebut.
Mereka menyarankan agar kelompok Kurdi Iran lebih mengutamakan jalur dialog regional daripada menjadi “pion” dalam permainan catur politik Gedung Putih. Peringatan ini menjadi relevan seiring laporan intelijen yang menyebutkan adanya rencana operasi darat oleh faksi-faksi Kurdi di Iran barat laut dengan bantuan CIA. Namun, hingga saat ini, Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) di Irak telah membantah keterlibatan mereka dalam memfasilitasi persenjataan untuk menyerang Iran, demi menjaga stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Rencana CIA dan Mossad
AS melalui CIA dan Israel melalui Mossad tengah memperkuat dukungan bagi kelompok milisi Kurdi untuk memimpin fase serangan berikutnya di dalam wilayah Iran. Strategi ini disebut-sebut sebagai upaya Washington dan Tel Aviv untuk mengubah peta peperangan dari sekadar serangan udara menjadi infiltrasi darat yang memanfaatkan gejolak internal Iran.
Kelompok Kurdi, yang selama puluhan tahun berada di garis depan perlawanan terhadap pemerintah Teheran, kini mendapatkan sokongan persenjataan berat dan pelatihan intelijen tingkat tinggi. Menurut laporan Axios, seorang pejabat senior intelijen menyatakan penggunaan kekuatan lokal dianggap lebih efektif untuk melumpuhkan instalasi strategis Iran dibandingkan serangan jarak jauh. “Fokusnya adalah menciptakan tekanan dari dalam.” “Milisi Kurdi memiliki pengetahuan medan dan jaringan yang tidak dimiliki pasukan asing,” lapor media tersebut.
Namun, strategi ini bak pedang bermata dua. Pengamat internasional menilai keterlibatan aktif Kurdi dapat memicu kemarahan Turki, sekutu NATO yang sejak lama memerangi separatisme Kurdi. Ankara dikhawatirkan akan melakukan intervensi jika mereka merasa stabilitas perbatasan mereka terancam oleh penguatan milisi tersebut.
Respons dari Pemerintah Iran
Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya mengecam keras campur tangan asing. Teheran menuduh AS dan Israel menggunakan “tentara bayaran” untuk menghancurkan kedaulatan negara. “Ini adalah upaya putus asa dari musuh-musuh Iran.” “Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap proksi yang mencoba menginjakkan kaki di tanah kami,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar