Peran Donny Fattah dalam Membentuk Identitas Musik Rock Indonesia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Donny Fattah, seorang bassis legendaris yang dikenal sebagai salah satu pendiri band rock ikonik God Bless, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dianggap sebagai sosok penting dalam perkembangan musik rock Indonesia sejak awal 1970-an. Kepergiannya menjadi duka bagi para penggemar musik dan rekan-rekannya di dunia musik tanah air.
Latar Belakang dan Karier Awal
Nama lengkapnya adalah Jidon Patta Onda Gagola, tetapi ia lebih dikenal dengan nama panggung Donny Fattah. Ia lahir pada 24 September 1949 di Makassar, Sulawesi Selatan. Karier musiknya dimulai sejak tahun 1965 ketika bergabung dalam band Harbour Beat bersama Bartje Van Houten dan Minggus Tahitoe. Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek grup musik Fancy Junior pada tahun 1968.
Perjalanan karier Donny Fattah membentuk karakter instrumennya menjadi agresif, improvisatif, dan penuh energi. Teknik funky thump yang ia bawa ke kawasan Asia Tenggara menciptakan tren baru di kalangan pemain bass lokal maupun internasional.
Pendirian God Bless dan Kontribusi
Pada 5 Mei 1973, Donny Fattah bersama Ahmad Albar, Alm. Jockie Soerjoprajogo, dan Alm. Fuad Hassan mendirikan Crazy Wheels yang menjadi cikal bakal God Bless. Band ini kemudian berkembang menjadi salah satu ikon musik rock Indonesia.
Selama lebih dari lima dekade, Donny Fattah tidak hanya bermain bass, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kreatif band yang membentuk karakter rock Indonesia melalui lagu-lagu klasik dan konser monumental sejak era 1970-an. Ia terlibat dalam peluncuran lima album serta dua single hit bersama God Bless.
Kiprah di Proyek Musik Lain
Selain aktivitasnya di God Bless, Donny Fattah juga terlibat dalam beberapa proyek musik lain. Ia pernah membuat proyek bersama sang adik, Alm. Rudy Gagola, bernama D&R. Duo ini lahir di tengah kepadatan jadwal tampil God Bless sekitar tahun 1974-1976. Album perdana D&R, Bawaku Serta (1975), menghasilkan beberapa hit seperti “Mimpi” dan “Datanglah Trang”.
Ketika God Bless vakum, Setiawan Djody mengajak Donny untuk memperkuat formasi Kantata Takwa tahun 1990 bersama Iwan Fals, Sawung Jabo, Alm. Jockie Surjoprajogo, Alm. WS Rendra, dan Alm. Innisisri. Mereka menghasilkan tiga album: Kantata Takwa (1990), Kantata Samsara (1997), dan Kantata Revolvere (2002).
Selain itu, ia juga diajak Ian Antono untuk memperkuat formasi Gong 2000 di tahun 1990. Ia turut andil menghasilkan tiga album rekaman: Bara Timur (1991), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Kemudian, dua album konser lainnya, yaitu Live in Jakarta 1992 dan 1 jam bersama Gong 2000.
Kehidupan Pribadi dan Kesehatan
Donny Fattah sempat berjuang melawan tiga penyakit sekaligus: sarkopenia (terhentinya pertumbuhan massa otot tulang), penyumbatan vaskular, dan autoimun. Hal tersebut membuatnya harus mengonsumsi hingga 32 obat per hari di usia senjanya. Meski begitu, ia tetap aktif dalam dunia musik hingga akhir hayatnya.
Pengaruh dan Warisan
Kepergian Donny Fattah tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar God Bless dan musik rock Indonesia. Dedikasinya selama puluhan tahun di panggung musik menjadikannya salah satu bassis paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. Ia tidak hanya memberikan fondasi pada suara besar God Bless, tetapi juga membantu membangun identitas rock Indonesia sejak awal 1970-an.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar