Pasar Keuangan Korea Selatan Terpuruk Akibat Ketegangan Geopolitik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memicu gejolak besar dalam pasar keuangan Korea Selatan. Indeks saham utama, Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari Selasa (2/3). Indeks ini turun 452,22 poin atau 7,24 persen, berada di level 5.791 poin. Angka ini menjadi penutupan terendah sejak 20 Februari 2026 lalu.
Pergeseran ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap situasi yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah. Sentimen negatif ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar modal, sehingga membuat indeks KOSPI mengalami penurunan signifikan.
Langkah Darurat untuk Mengendalikan Kerugian
Untuk mengatasi situasi ini, operator bursa utama Korea, Korea Exchange (KRX), mengambil langkah darurat dengan menerapkan kebijakan “sell side sidecar” selama lima menit. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penjualan berlebihan dan memberikan waktu bagi pasar untuk menstabilkan diri.
Selain itu, mata uang won Korea juga mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada pukul 15.30 sore waktu setempat, won Korea berada di posisi 1.466,1 won per dolar AS. Ini menunjukkan penurunan sebesar 26,4 won dari penutupan sesi sebelumnya.
Upaya Pemerintah dalam Stabilisasi Pasar
Pemerintah Korea Selatan telah menyatakan komitmennya untuk memantau situasi pasar secara ketat. Mereka akan melakukan pengawasan terhadap pasar energi dan pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri, selama 24 jam penuh. Dalam kondisi darurat, pemerintah siap menerapkan program stabilisasi pasar dengan dana minimal 100 triliun won (sekitar USD 68,4 miliar).
Wakil Menteri Keuangan, Lim Ki Keun, telah memerintahkan para pejabat untuk memantau pelaksanaan anggaran pemerintah secara menyeluruh. Fokus utama adalah pada perusahaan ekspor, perusahaan pelayaran, serta warga negara Korea Selatan yang berada di luar negeri guna meminimalkan dampak kerugian yang terkait dengan krisis ini.
Perhatian terhadap Praktik Pasar yang Tidak Adil
Pemerintah juga menegaskan bahwa mereka akan memberikan tindakan tegas terhadap praktik pasar yang tidak adil. Hal ini termasuk operasi penyebaran berita palsu yang mencoba memanfaatkan sentimen negatif investor. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.
Fluktuasi Harga Minyak dan Ekspektasi Pasar
Meskipun harga minyak internasional masih mengalami fluktuasi, pemerintah mencatat bahwa laju kenaikan harga mulai menunjukkan tanda-tanda melambat. Ini memberi harapan bahwa situasi pasar bisa kembali stabil dalam waktu dekat.
Pasar modal Korea Selatan tetap menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi negara. Dengan berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah dan otoritas bursa, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor dan memperbaiki kondisi pasar.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar