Kondisi Jalan Tambak Lumpang di Surabaya Menjadi Sorotan Komisi C DPRD
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tambal Jalan Lubang (ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Jalan Tambak Lumpang di Kelurahan Sukomanunggal, Kota Surabaya, masih dalam kondisi memprihatinkan. Jalan yang sebagian besar terdiri dari tanah dan berlubang menjadi perhatian serius dari Komisi C DPRD Kota Surabaya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga yang melintas jalan tersebut setiap hari.
Kondisi Jalan yang Mengkhawatirkan
Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di pusat kota, warga di kawasan Tambak Lumpang masih harus melewati jalan tanah yang rusak parah. Lubang-lubang besar terlihat di sepanjang jalan, dan saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan air serta lumpur yang licin. Hal ini membuat pengendara motor harus ekstra waspada agar tidak tergelincir atau terperosok.
Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang tidak layak, terutama karena akses ke berbagai fasilitas umum seperti sekolah dan pasar terganggu. Mereka berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan agar kehidupan sehari-hari tidak terganggu.
Penilaian Anggota DPRD
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Achmad Nurdjayanto menyayangkan masih adanya wilayah yang luput dari pembangunan di tengah pesatnya proyek infrastruktur pemerintah kota. Ia menilai pembenahan jalan dan drainase di kawasan itu harus segera menjadi prioritas.
“Sangat miris melihat pemandangan seperti ini. Di satu sisi kita bangga Surabaya terus berbenah menjadi kota metropolitan dan industri, tapi di sudut lain masih ada warga yang harus melewati jalan tanah dan berlumpur setiap hari,” ujarnya.
Achmad Nurdjayanto juga mendorong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan pihak kelurahan untuk memasukkan perbaikan jalan dalam program Dana Kelurahan. Ia menegaskan bahwa jika anggarannya tidak mencukupi, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga harus turun tangan.
Pentingnya Koordinasi Antar Instansi
Selain itu, ia menilai koordinasi lintas instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya sangat penting agar pembangunan tidak hanya terfokus di pusat kota. Menurutnya, pembangunan jalan harus disinkronkan dengan sistem drainase agar genangan tidak terus berulang.
Ia juga meminta pemerintah kota melakukan pengecekan terkait status legalitas lahan di wilayah tersebut. “Tentu perlu dicek juga terkait kelengkapan dokumen surat-surat di wilayah tersebut. Apakah status jalannya sudah masuk aset Pemkot atau bagaimana. Legalitas ini penting agar intervensi pembangunan melalui APBD bisa dilakukan secara tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan,” pungkasnya.
Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Terpencil
Pembangunan infrastruktur di wilayah seperti Tambak Lumpang sering kali terlewat karena fokus utama pemerintah cenderung tertuju pada pusat kota. Namun, kebutuhan masyarakat di daerah-daerah pinggiran juga harus diperhatikan agar tidak terjadi ketimpangan dalam akses fasilitas dan kenyamanan hidup.
Perlu adanya strategi yang lebih inklusif dalam perencanaan pembangunan, termasuk memastikan bahwa semua wilayah mendapat perhatian yang sama. Dengan demikian, pertumbuhan kota Surabaya akan lebih merata dan berkelanjutan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar