DPRD Surabaya Dorong Pengelolaan Zakat yang Transparan dan Efektif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRMKOTA.COM – Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Surabaya menjadi fokus utama bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar, menegaskan pentingnya pengelolaan dana umat ini agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Potensi Besar Zakat dari ASN Surabaya
Sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki kemampuan finansial, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki potensi besar dalam menghimpun dana ZIS. Menurut Ais Shafiyah Ashar, dana tersebut bisa menjadi instrumen penting untuk membantu mengurangi angka kemiskinan serta menangani berbagai isu sosial seperti stunting dan putus sekolah.
“Kami mendukung penuh komitmen Wali Kota Surabaya dalam memastikan bahwa dana ZIS benar-benar kembali memberi manfaat sebesar-besarnya bagi warga Surabaya, terutama mereka yang masuk kategori miskin dan rentan,” ujarnya.
Pentingnya Akurasi Data Penerima Bantuan
Salah satu tantangan utama dalam penyaluran zakat adalah akurasi data penerima bantuan. Saat ini, masih terjadi tumpang tindih antara bantuan yang diberikan oleh lembaga amil zakat dengan program pemerintah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya integrasi data antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data penerima zakat yang dimiliki lembaga amil.
Ais Shafiyah Ashar menyarankan adanya sinkronisasi data antara DTKS dan sistem pemetaan mustahik milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun lembaga zakat swasta. Dengan demikian, penyaluran dana zakat akan lebih efektif dan tepat sasaran.
DPRD Siap Lakukan Pengawasan
Untuk memastikan transparansi dan profesionalisme pengelolaan zakat, DPRD Surabaya akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat. Ais Shafiyah Ashar menegaskan bahwa ia akan terus memantau proses pengelolaan zakat melalui BAZNAS Surabaya agar sesuai dengan kebijakan pemerintah kota dalam menekan angka kemiskinan.
“Integrasi data akan membuat program penyaluran zakat lebih efektif dan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Wali Kota Surabaya Juga Berkomitmen
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya juga menegaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun di Surabaya harus diprioritaskan untuk membantu warga kota sendiri. Ia menilai potensi besar zakat dari masyarakat dan ASN Surabaya harus mampu menjadi instrumen nyata untuk membantu warga miskin di dalam kota, bukan justru lebih banyak tersalurkan ke luar daerah.
Masa Depan Zakat yang Lebih Baik
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan transparan, pengelolaan zakat di Surabaya diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain di Indonesia. Selain itu, keberadaan lembaga amil zakat yang profesional dan terpercaya akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan dana ZIS.
DPRD Surabaya berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam penghimpunan dan penyaluran zakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga amil, dan masyarakat, harapan besar diarahkan pada peningkatan kesejahteraan sosial yang lebih merata dan berkelanjutan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar