1.332 warga Iran tewas Menghadapi Kekacauan Akibat Serangan AS-Israel
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
dIAGRAMKOTA.COM – Iran sedang menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Dalam serangan tersebut, sebanyak 1.332 warga Iran dilaporkan tewas, dengan jumlah korban jiwa terus meningkat akibat serangan udara yang terus berlangsung.
Serangan yang dilakukan oleh militer AS, diperkirakan telah menargetkan lebih dari 3.000 lokasi di Iran, termasuk 43 kapal perang milik negara tersebut. Pihak Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer ini telah menghancurkan banyak fasilitas strategis di Iran.
Tuntutan Penyerahan Tanpa Syarat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuntut agar Iran melakukan “penyerahan tanpa syarat”. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan atau negosiasi jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Hal ini menunjukkan keinginan AS untuk mengakhiri konflik secara mutlak.
Ancaman di Selat Hormuz
Meski jalur pelayaran di Selat Hormuz masih terbuka, Iran memperingatkan bahwa kapal-kapal militer maupun komersial milik AS dan Israel dapat menjadi target jika mencoba melintasi jalur tersebut. Peringatan ini menunjukkan bahwa Iran bersiap untuk merespons setiap ancaman yang datang dari negara-negara Barat.
Peringatan kepada Eropa
Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga memperingatkan negara-negara Eropa bahwa mereka dapat menjadi “target sah” bagi Iran jika ikut bergabung dalam operasi militer AS dan Israel. Peringatan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya menargetkan negara-negara yang langsung terlibat dalam konflik, tetapi juga negara-negara yang mendukung operasi militer tersebut.
Dukungan Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyampaikan belasungkawa atas korban tewas di Iran. Menurut pejabat AS yang berbicara secara anonim, Rusia juga diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran terkait posisi militer AS. Di sisi lain, Kremlin menyebut konflik ini memicu peningkatan permintaan energi Rusia di pasar global.
Situasi di Negara-Negara Teluk
Konflik juga meluas ke kawasan Teluk setelah beberapa negara melaporkan adanya drone dan rudal yang melintas di wilayah mereka. Qatar, Kuwait, dan United Arab Emirates melaporkan adanya rudal dan drone yang masuk ke wilayah udara mereka. Pemerintah Qatar mengklaim sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat sembilan dari sepuluh drone Iran yang diluncurkan ke wilayahnya.
Arab Saudi dan Kuwait
Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone di dekat ibu kota Riyadh. Sementara itu, Kuwait dilaporkan mulai mengurangi produksi di beberapa ladang minyak karena keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak mentah di tengah situasi konflik.
Dukungan Militer Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan menjanjikan dukungan militer Inggris, termasuk jet tempur, helikopter, dan kapal perusak untuk membantu pertahanan Arab Saudi jika diperlukan. Inggris juga dijadwalkan mengirim pesawat tempur Typhoon tambahan ke Qatar untuk membantu patroli udara.
Gangguan Penerbangan
Penutupan wilayah udara di kawasan tersebut menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan. Bandara Internasional Hamad di Qatar kemudian membuka kembali navigasi udara secara terbatas melalui jalur darurat khusus. Maskapai Qatar Airways juga mengumumkan penerbangan repatriasi khusus ke lima kota Eropa, yakni London, Paris, Madrid, Rome, dan Frankfurt.
Situasi di Israel
Iran terus meluncurkan drone dan rudal ke berbagai wilayah Israel. Serangan tersebut memicu ledakan dan sirene peringatan di Tel Aviv, wilayah Israel utara, serta dekat Beersheba di Negev Desert. Para analis menilai serangan berulang Iran bertujuan untuk membebani sistem pertahanan udara Israel dan menguras stok rudal pencegat.
Tuduhan di PBB
Di United Nations, duta besar Iran Amir-Saeid Iravani menuduh Israel dan Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya menghadapi ancaman militer, tetapi juga tekanan diplomatik dari komunitas internasional.
Hizbullah Ikut Terlibat
Kelompok Hezbollah juga menembakkan roket ke beberapa wilayah di Israel utara sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon. Serangan ini memperburuk situasi di kawasan tersebut dan meningkatkan ketegangan antara Israel dan kelompok-kelompok oposisi.
Situasi di Amerika Serikat
Pemerintah United States memberikan sinyal yang berbeda terkait durasi konflik. Gedung Putih menyebut operasi militer dapat berlangsung empat hingga enam minggu, sementara Pentagon belum memberikan perkiraan waktu. Menurut laporan Center for Strategic and International Studies, 100 jam pertama Operasi Epic Fury diperkirakan menelan biaya sekitar 3,7 miliar dolar AS, atau sekitar 891 juta dolar per hari.
Situasi di Lebanon dan Irak
Bentrokan dengan Hizbullah
Kelompok Hizbullah mengonfirmasi bentrokan dengan pasukan Israel di Bekaa Valley di Lebanon timur setelah mendeteksi empat helikopter militer Israel memasuki wilayah tersebut dari arah Suriah.
Serangan Israel di Lebanon
Jet tempur Israel juga membombardir sejumlah kota di Lebanon selatan dan timur. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 217 orang tewas sejak serangan dimulai. Serangan ini memicu gelombang pengungsian besar di kota Tyre dan pinggiran selatan Beirut, termasuk wilayah Dahiyeh. Sekolah-sekolah di Beirut kini digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.
Respons Diplomatik
Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta bantuan negara-negara sekutu untuk menghentikan serangan tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dukungannya dalam percakapan telepon dengan Aoun.
Serangan Drone di Irak
Di Iraq, sebuah drone dilaporkan menghantam hotel Erbil Arjaan by Rotana di kota Erbil setelah Kedutaan Besar AS memperingatkan kemungkinan serangan dari kelompok yang bersekutu dengan Iran.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar