Pers dan Kedaulatan Ekonomi, Refleksi Hari Pers Nasional 2026
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momen refleksi bagi insan pers di seluruh Indonesia. Tahun ini, HPN mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi utama bagi kebebasan dan profesionalisme pers.
Kedaulatan ekonomi pers menjadi isu krusial di tengah dinamika dunia jurnalistik saat ini. Kemandirian ekonomi tidak hanya menyangkut keberlangsungan media, tetapi juga berkaitan erat dengan independensi pemberitaan.
Pers yang bergantung pada kepentingan tertentu berpotensi kehilangan kebebasan dalam menjalankan fungsi kontrol sosialnya.
Dalam praktiknya, insan pers masih dihadapkan pada tantangan kesejahteraan dan keterbatasan akses ekonomi.
Tuntutan profesionalisme yang tinggi sering kali tidak diiringi dengan jaminan kesejahteraan yang memadai.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kualitas dan objektivitas karya jurnalistik.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pers untuk membangun kemandirian.
Media daring dan platform digital memungkinkan inovasi model bisnis jurnalistik yang lebih adaptif.
Namun, kemudahan tersebut juga menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia dan komitmen kuat terhadap etika jurnalistik.
HPN 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kedaulatan ekonomi pers merupakan bagian dari upaya menjaga demokrasi.
Dukungan ekosistem pers yang sehat, sinergi antara organisasi pers, pemerintah, dan masyarakat, serta kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan media menjadi kebutuhan mendesak.
Melalui refleksi Hari Pers Nasional 2026, diharapkan pers Indonesia semakin mandiri secara ekonomi, profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik, dan berintegritas dalam menyuarakan kepentingan publik.
Pers yang berdaulat secara ekonomi akan menjadi pilar penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berkeadilan.(Dk/yud)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>