Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter di Wilayah Sumatera Utara
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gempa Bumi 5.2 Guncang Aceh Selatan (BMKG)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan terkait kondisi cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Dalam pemberitahuan resmi, badan meteorologi ini menyatakan bahwa gelombang laut dengan ketinggian hingga empat meter berpotensi muncul pada periode 14 hingga 16 Februari 2026. Peringatan ini sangat penting bagi nelayan, pengusaha maritim, serta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pesisir.
Area yang Terdampak Gelombang Tinggi
Berdasarkan data BMKG, wilayah yang paling rentan terhadap gelombang tinggi adalah perairan barat Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Selain itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diperkirakan terjadi di beberapa area lain seperti perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Sumatera Utara, dan perairan timur Kepulauan Nias.
Kondisi ini disebabkan oleh pergerakan angin yang bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 25 knot. Angin kencang ini memengaruhi intensitas gelombang laut, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem.
Dampak Gelombang Tinggi pada Aktivitas Maritim
Gelombang tinggi dapat menimbulkan gangguan serius bagi aktivitas pelayaran. Nelayan yang menggunakan perahu kecil sangat rentan terhadap bahaya ini, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Selain itu, kapal tongkang juga berisiko mengalami kesulitan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sementara itu, kapal feri bisa mengalami gangguan jika angin bertiup dengan kecepatan 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.
Persiapan dan Pemantauan Cuaca
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, BMKG menyarankan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk tetap memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi yang dikeluarkan. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di laut jika kondisi cuaca tidak mendukung.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Christin Ordein, menegaskan bahwa secara umum kondisi cuaca di perairan Sumatera Utara berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi gelombang tinggi tetap menjadi perhatian utama.
Rekomendasi untuk Nelayan dan Pengusaha Maritim
Nelayan dan pengusaha maritim disarankan untuk memperhatikan peringatan BMKG dan memastikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas. Jika memungkinkan, sebaiknya menghindari perjalanan laut saat kondisi cuaca tidak stabil.
Selain itu, pihak pelabuhan dan operator kapal juga harus memperkuat protokol keselamatan, termasuk memeriksa kesiapan kapal dan alat bantu navigasi.
Tindakan Pencegahan dan Edukasi
Pemerintah daerah dan lembaga terkait juga diminta untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca ekstrem. Pelatihan dan simulasi darurat bisa menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dengan adanya peringatan dini dan tindakan pencegahan, risiko yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi dapat diminimalkan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari instansi terkait.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar