Menentukan Weton dan Wuku dalam Sistem Penanggalan Jawa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah perkembangan teknologi, banyak orang kini memanfaatkan alat digital untuk menghitung atau mengetahui informasi penting tentang tanggal lahir mereka. Salah satu yang populer adalah aplikasi yang menyediakan layanan perhitungan weton dan wuku berdasarkan sistem penanggalan Jawa. Layanan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memahami struktur waktu tradisional, tetapi juga memberikan wawasan tentang kepribadian dan keberuntungan seseorang.
Fungsi Utama Aplikasi
Aplikasi ini dirancang untuk mengonversi tanggal lahir dari sistem Masehi menjadi sistem Jawa dan Hijriyah. Pengguna hanya perlu memasukkan tanggal lahir dalam format Masehi atau Jawa, dan sistem akan secara otomatis menghasilkan data yang lengkap. Hasilnya mencakup:
- Tanggal Masehi
- Tanggal Jawa
- Tanggal Hijriyah
- Perwatakan berdasarkan weton
- Perwatakan berdasarkan wuku
Selain itu, pengguna juga dapat melihat tampilan kalender dengan mudah hanya dengan mengklik opsi “Tampilan Kalender”.
Proses Pemrosesan Data
Untuk memperoleh hasil yang akurat, pengguna diminta untuk memilih jenis tanggal yang ingin diinput. Misalnya, jika ingin menggunakan tanggal Masehi, pilihan bulan tersedia mulai dari Januari hingga Desember. Sedangkan untuk tanggal Jawa, bulan yang tersedia antara lain Suro, Sapar, Mulud, dan seterusnya.
Selain itu, pengguna juga bisa mengatur tanggal dengan fitur tambahan seperti memajukan atau mundurkan hari atau tahun. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengecek tanggal tertentu di masa lalu atau masa depan.
Deskripsi Perwatakan Berdasarkan Weton
Weton merujuk pada kombinasi hari dan pasaran dalam sistem penanggalan Jawa. Setiap kombinasi memiliki ciri khas dan karakteristik tertentu. Misalnya, jika seseorang lahir pada hari Senin dengan pasaran Pahing, maka sifat-sifat yang muncul antara lain:
- Selalu berubah, indah, dan banyak mendapatkan simpati.
- Suka memiliki barang, penuh perhitungan, suka menolong, mandiri, kuat lapar, dan memiliki banyak musuh.
- Jika tersinggung, marahnya bisa menakutkan.
- Suka kebersihan dan sering kena tipu.
Selain itu, ada beberapa aspek lain seperti Hastawar (kepribadian), Sadwar (sifat batin), Sangawar (kecenderungan), Saptawar (kekuatan), Rakam (sifat pemberani), dan Paarasan (sifat kesepian).
Deskripsi Perwatakan Berdasarkan Wuku
Wuku adalah satuan waktu dalam sistem penanggalan Jawa yang terdiri dari 21 hari. Setiap wuku memiliki makna dan arti khusus. Contohnya, wuku Manahil memiliki ciri-ciri seperti:
- Dewa Bumi: Bethara Gatra.
- Pohon: Tigaron (sedikit bekerja, pemalas).
- Burung: Sepahan (baik nafkahnya).
- Memangku Tombak: Tajam intuisi batinnya.
- Membelakangi air: Dingin emosinya.
Selain itu, wuku Manahil juga memiliki aral (tanda) seperti “Kena besi” dan disarankan untuk melakukan sedekah berupa nasi liwet dengan lauk ayam dan ikan, serta sayuran beragam.
Rekomendasi Penggunaan Wuku
Wuku Manahil cocok digunakan untuk mencari obat, membuat bendungan, atau menyelesaikan pertengkaran. Namun, tidak disarankan untuk menjatuhkan biji, mantu, atau mencari sambilan. Selain itu, selama wuku berjalan selama tujuh hari, sebaiknya menghindari bepergian ke arah tenggara.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat kini lebih mudah memahami sistem penanggalan Jawa dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar