Juventus Menghadapi Tantangan Berat di Coppa Italia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 39 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kekalahan 3-0 yang dialami Juventus dalam pertandingan babak perempat final Coppa Italia melawan Atalanta menjadi pukulan berat bagi harapan klub untuk meraih gelar pada musim 2025-26. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengungkapkan bahwa keputusan yang diambil oleh pemainnya tidak tepat saat situasi mulai sulit.
Pertandingan yang digelar di New Balance Arena ini menunjukkan bahwa meskipun Juventus mampu menciptakan peluang lebih banyak dengan expected goals (xG) sebesar 1.9 dibandingkan 1.6 milik Atalanta, mereka gagal memanfaatkannya secara optimal. Hasil ini membuat Juventus terus-menerus tersingkir dari babak perempat final Coppa Italia dalam dua musim berturut-turut, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sejak musim 2009-10 dan 2010-11.
Sejak awal tahun 2025, Juventus telah mengalami tiga kekalahan dengan selisih minimal tiga gol dalam berbagai kompetisi. Dua di antaranya adalah kekalahan dari Atalanta, sementara satu lainnya adalah dari Fiorentina. Kedua lawan tersebut dipimpin oleh pelatih Raffaele Palladino.
Awal pertandingan tampaknya berjalan cukup baik bagi Juventus setelah Gianluca Scamacca berhasil mencetak gol dari titik penalti di babak pertama. Namun, keunggulan ini langsung sirna setelah dua pemain cadangan Atalanta, Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic, mencetak gol di babak kedua.
Spalletti menyebutkan bahwa kekalahan ini disebabkan oleh keputusan yang diambil oleh para pemainnya. Ia mengatakan bahwa tim lawan jauh lebih unggul dalam momen krusial pertandingan.
“Kami membuat keputusan yang salah ketika situasi semakin sulit. Ada momen di mana bola bergerak, dan itu tergantung pada statistik, tetapi ketika pertandingan benar-benar berjalan, kamu harus membuat keputusan yang tepat, cepat, dan tajam,” ujar Spalletti kepada Sport Mediaset.
Ia juga menyoroti kurangnya pengalaman pemain dalam mengenali situasi-situasi tertentu. “Ada ruang untuk mengirimkan pemain dalam situasi dua lawan satu, tetapi kami justru memilih untuk mengirimkan bola dekat bendera sudut. Kami sering kali kehilangan fokus dan ketajaman dalam momen penting.”
Dengan hasil ini, peluang Juventus untuk meraih gelar silverware semakin tipis. Saat ini, Juventus tertinggal 10 poin dari Inter Milan yang memimpin Serie A. Di sisi lain, mereka akan menghadapi Galatasaray dalam babak play-off Liga Champions.
Jadwal pertandingan berikutnya juga tidak mudah bagi Spalletti dan rekan-rekannya. Juventus akan menjamu Lazio sebelum bertandang ke Inter Milan dalam dua laga berikutnya.
Penilaian Spalletti atas Performa Tim
Selain mengkritik keputusan pemain, Spalletti juga menyoroti karakteristik beberapa pemain yang tidak sesuai dengan kebutuhan situasi tertentu. “Kami tidak selalu memiliki ketajaman dan fokus yang cukup dalam momen krusial. Ini terjadi,” tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Atalanta dan pelatih mereka, Raffaele Palladino, karena dianggap sebagai tim yang solid dan bermain bagus. “Kami mengucapkan selamat kepada Palladino dan Atalanta. Mereka adalah tim yang terstruktur dengan baik dan bermain sepak bola yang bagus.”
Dengan kondisi seperti ini, Juventus harus segera bangkit dan menemukan keseimbangan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan-tantangan besar berikutnya.***

>

Saat ini belum ada komentar