Gempa Bumi Mengganggu Operasional Kereta Api di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi yang terjadi pada Jumat (6/2) pukul 01.08 WIB mengguncang wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. Peristiwa ini memicu tindakan cepat dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya untuk memastikan keselamatan penumpang dan prasarana.
Langkah Penghentian Sementara Operasional Kereta Api
Untuk menjamin keamanan, KAI Daop 8 Surabaya menerapkan langkah Berhenti Luar Biasa (BLB) bagi seluruh kereta yang melintas di wilayah operasional Daop 8. Proses ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Prosedur ini penting untuk memastikan keamanan jalur rel, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya sebelum operasional dilanjutkan,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.
Prioritas Keselamatan Penumpang
Mahendro menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti gempa bumi. “Penghentian sementara perjalanan kereta api adalah langkah antisipatif. Kami ingin memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi aman sebelum operasional kembali dijalankan,” tambahnya.
Petugas lapangan segera dikerahkan untuk memeriksa seluruh jalur di berbagai titik wilayah Daop 8 Surabaya. Setelah pemeriksaan selesai, seluruh jalur dinyatakan aman dan layak operasi, sehingga operasional kereta api kembali berjalan normal.
Dampak Keterlambatan pada Perjalanan Kereta
Akibat penghentian sementara, beberapa perjalanan kereta mengalami keterlambatan. Rincian keterlambatan antara lain:
- KA Matarmaja mengalami keterlambatan 30 menit.
- Dua KA Ijen Ekspres terlambat masing-masing 69 menit dan 66 menit.
- KA Limas serta layanan angkutan barang (cargo) terlambat 42 menit.
KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mahendro juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Komitmen KAI dalam Menjaga Keandalan Layanan
KAI memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi prasarana serta operasional perjalanan kereta api. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan layanan transportasi bagi masyarakat.
“Kami tetap mengedepankan aspek keselamatan agar pelanggan dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman,” pungkas Mahendro.
Tindakan Cepat dan Respons Tanggap Darurat
Langkah cepat KAI dalam menangani dampak gempa bumi menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan penumpang. Dengan pemeriksaan menyeluruh dan respons tanggap darurat, operasional kereta api berhasil kembali berjalan normal tanpa insiden.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari KAI guna mendapatkan pembaruan terkini terkait layanan.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar