China Perayaan Tahun Baru Imlek di Tengah Optimisme Ekonomi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen penting bagi masyarakat Tiongkok, yang menggambarkan harapan akan pertumbuhan ekonomi dan peluang baru. Dengan tahun kuda sebagai simbol optimisme, pemerintah berharap liburan yang lebih panjang dapat memberikan dorongan signifikan terhadap sektor konsumsi dalam negeri.
Pada tahun ini, liburan Tahun Baru Imlek berlangsung selama sembilan hari, lebih lama dari biasanya. Momen ini memberi kesempatan bagi ratusan juta penduduk untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan bersama keluarga. Pesta perayaan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat tradisi seperti pemberian hongbao atau uang kertas merah kepada kerabat.
Migrasi Terbesar Dunia
Meski Tiongkok bukan lagi negara dengan populasi terbanyak setelah India pada 2023, Tiongkok masih memiliki “chunyun” atau migrasi musim semi terbesar di dunia. Selama 40 hari, diperkirakan terjadi 9,5 miliar perjalanan penumpang, meningkat dibandingkan 9 miliar pada tahun lalu. Transportasi darat, udara, dan laut menjadi jalur utama bagi warga yang ingin kembali ke rumah.
Tahun kuda menandai awal masa yang dinilai penuh peluang. Setelah tahun ular, yang melambangkan transformasi, tahun kuda diharapkan membawa semangat baru bagi masyarakat dan perekonomian. Pihak pemerintah provinsi Jiangsu bahkan menyatakan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek akan menjadi katalis untuk meningkatkan permintaan domestik.
Kebijakan Pemerintah untuk Mendorong Konsumsi
Untuk memperkuat potensi ekonomi, pemerintah pusat telah mengeluarkan lebih dari 360 juta yuan dalam bentuk voucher konsumsi. George Magnus, peneliti dari Oxford University’s China Centre, menilai bahwa liburan Tahun Baru Imlek memberikan dampak besar terhadap bisnis ritel dan layanan konsumen.
Namun, meskipun ada harapan, ekonomi Tiongkok masih menghadapi tantangan. Rumah tangga Tiongkok cenderung menabung sebagian besar pendapatan mereka, sekitar sepertiga. Sementara itu, pertumbuhan GDP didorong oleh ekspor. Pertumbuhan penjualan ritel nasional pada tahun lalu hanya mencapai 3,7%, lebih rendah dari tingkat pertumbuhan GDP secara keseluruhan sebesar 5%.
Fokus pada Sektor Jasa
Dalam rencana lima tahun ke depan, pemerintah akan fokus pada pengembangan sektor jasa seperti perawatan lansia, hiburan, dan kesehatan. Sebelumnya, sektor-sektor ini tumbuh sebesar 5,5% pada tahun lalu. Perkembangan ini menunjukkan potensi yang lebih besar dibandingkan sektor barang konsumsi.
Salah satu contoh sukses adalah industri perfilman. Film animasi Ne Zha 2 menjadi fenomena pada Tahun Baru Imlek tahun lalu, dengan pendapatan melebihi 14 miliar yuan. Namun, film-film baru seperti Pegasus 3 dan Scare Out masih harus membuktikan daya tariknya.
Inovasi dan Kontroversi
Di tengah perayaan, sebuah platform pengiriman bernama UU Paotui mencoba inovasi unik. Layanan “proxy Chinese new year visits” memungkinkan pelanggan membayar 999 yuan untuk seseorang mengunjungi kerabat tua dan melakukan ritual kowtowing. Meski sempat populer, layanan ini dihentikan setelah kritik terhadap pelestarian tradisi.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar