XRP Mengalami Penurunan 48% Meski Penuh Kemenangan Regulasi dan Investasi Besar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – XRP, koin digital yang dikelola oleh Ripple, mengalami penurunan signifikan sebesar 48% dari puncaknya di $3.65 pada Juli meskipun telah mencapai beberapa kemenangan penting dalam dunia regulasi dan investasi besar. Ini menunjukkan bahwa kemenangan hukum dan pengembangan bisnis tidak selalu berdampak langsung pada harga aset digital.
Kemenangan Hukum dengan SEC yang Tidak Berdampak Langsung pada Harga
Perkara SEC terhadap Ripple berakhir pada Agustus ketika kedua belah pihak menghentikan banding mereka, memperkuat putusan tahun 2023 yang memisahkan penjualan XRP institusi dari aktivitas ritel. Meskipun kemenangan ini seharusnya memberi kepercayaan pasar, harga XRP justru turun tajam.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyatakan bahwa perang hukum ini menyebabkan kerugian sebesar $15 miliar bagi investor XRP. Meski demikian, kemenangan hukum tersebut tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan pasar secara instan.
Penggunaan Dana Besar untuk Akuisisi dan Ekspansi Bisnis
Ripple menghabiskan $2,7 miliar pada 2025 untuk mengubah dirinya menjadi platform layanan keuangan yang komprehensif. Dalam proses ini, perusahaan melakukan akuisisi besar seperti Hidden Road, yang kemudian diubah menjadi Ripple Prime. Ini membuat Ripple menjadi perusahaan crypto pertama yang memiliki broker multi-aset global.
Selain itu, Ripple juga mengakuisisi GTreasury senilai $1 miliar, yang memberikan akses ke klien Fortune 500 seperti American Airlines Group Inc., Goodyear Tire & Rubber Co., dan Volvo AB. Hal ini meningkatkan eksposur Ripple terhadap aliran pembayaran tahunan lebih dari $12,5 triliun.
ETF XRP Mencatat Inflasi Besar Namun Harga Tetap Turun
ETF XRP spot diluncurkan pada November 2025, dengan Canary XRP ETF mencatat volume sebesar $58 juta dalam hari pertamanya—yang terbesar di antara peluncuran ETF 2025. Pada pertengahan Desember, dana XRP menarik aliran masuk bersih sebesar $883 juta dan membentuk aset sebesar $1,25 miliar setelah streak 30 hari tanpa hari keluar.
Namun, meskipun permintaan institusi tinggi, harga XRP tetap turun 48% dari puncaknya di Juli, saat ini berdagang sekitar $1,88.
RLUSD Stabilcoin yang Gagal Menjangkau Target Pasar
Stabilcoin RLUSD yang dikelola oleh Ripple, diluncurkan pada Desember 2024, mencapai kapitalisasi pasar sebesar $1,3 miliar pada akhir tahun, menjadi stabilcoin ke-11 terbesar. Kemitraan kunci termasuk Mastercard Inc. untuk penyelesaian kartu kredit dan persetujuan regulasi di Singapura.
Namun, hampir tiga bulan setelah peluncuran, RLUSD hanya menguasai kurang dari 0,7% pasar stabilcoin, jauh di bawah harapan.
Tiga Penundaan yang Menghancurkan Harapan Investor
Beberapa penundaan menghambat rally yang diharapkan oleh pemegang XRP:
- Penundaan Hukum: Perkara SEC tidak selesai hingga 22 Agustus, menjaga institusi dan pengembang ETF tetap waspada.
- Waktu Peluncuran ETF: ETF XRP spot tidak mulai beroperasi hingga November, tertunda oleh perkara dan shutdown pemerintah.
- CLARITY Act Tertunda: RUU ini terjebak di Kongres, menghambat kejelasan regulasi yang dibutuhkan bank untuk masuk.
Garlinghouse memprediksi CLARITY Act akan disahkan pada paruh pertama 2026, namun analis crypto Zach Rector mengingatkan bahwa ini bisa menjadi situasi “buy-the-rumor, sell-the-news”.
Visi Ke depan: Lending Natif di XRP Ledger
Ripple merencanakan peluncuran lending naitf di XRP Ledger melalui XRPL Version 3.0.0 pada 2026, yang akan menggeser jaringan dari pembayaran ke DeFi tingkat institusi. Ini menandai langkah strategis untuk memperluas penggunaan XRP di luar transaksi biasa. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar