Roma vs. Torino: Strategi Rotasi dan Kondisi Tim dalam Pertandingan 16 Besar Coppa Italia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan Coppa Italia antara AS Roma dan Torino menjadi momen penting bagi kedua tim untuk menunjukkan kemampuan mereka di kompetisi domestik. Dalam pertandingan ini, pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, membuat beberapa perubahan signifikan dalam susunan pemain. Ini dilakukan sebagai bagian dari strategi rotasi yang dirancang untuk menjaga kebugaran para pemain sekaligus mempersiapkan laga-laga berikutnya.
Leon Bailey kembali dipanggil untuk tampil sebagai starter, yang merupakan kesempatan kedua baginya dalam musim ini. Hal ini menunjukkan bahwa Gasperini memberikan kepercayaan penuh kepada pemain asal Jamaika tersebut. Di sisi lain, Torino juga melakukan penyesuaian meski dengan jumlah perubahan yang lebih sedikit. Giovanni Simeone dan Che Adams kembali masuk ke starting XI, menggantikan Duvan Zapata dan Cyril Ngonge.
Performa Terkini Kedua Tim
AS Roma memiliki catatan performa yang cukup stabil dalam lima pertandingan terakhir di Serie A. Mereka berhasil meraih tiga kemenangan, termasuk kemenangan atas Sassuolo, Lecce, dan Genoa. Namun, mereka juga mengalami dua kekalahan dari Juventus dan Atalanta. Sementara itu, Torino mencatatkan dua kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, yaitu melawan Hellas Verona dan Sassuolo, tetapi harus menerima tiga kekalahan dari Cagliari, Udinese, dan Atalanta.
Perubahan yang dilakukan oleh Gasperini terlihat jelas dalam formasi 3-4-2-1 yang digunakan oleh Roma. Zeki Celik dan Jan Ziolkowski menggantikan Gianluca Mancin dan Mario Hermoso di lini belakang. Daniele Ghilardi tetap bertahan di posisi bek tengah, sementara Evan Ndicka absen karena tugas AFCON. Di lini tengah, Bryan Cristante menggantikan Manu Kone, sementara Nicolo Pisilli berada di sampingnya. Wesley kembali tampil sebagai wing-back menggantikan Kostas Tsimikas.
Di sisi serangan, Roma mengandalkan kombinasi Matias Soule, Stephan El Shaarawy, dan Leon Bailey. Sementara itu, Paulo Dybala duduk di bangku cadangan, serta Evan Ferguson dan Artem Dovbyk yang cedera.
Susunan Pemain dan Statistik Pertandingan
Susunan pemain yang diturunkan oleh Roma adalah: Svilar; Celik, Ziolkowski, Ghilardi; Rensch, Cristante, Pisilli, Wesley; Soule, El Shaarawy; Bailey. Sedangkan Torino menggunakan formasi 3-5-2 dengan Paleari di bawah mistar gawang, Ismajli, Coco, dan Tameze di lini belakang. Lazaro, Ilkhan, Gineitis, Vlasic, dan Aboukhlal berada di lini tengah. Simeone dan Adams menjadi duet penyerang.
Dalam pertandingan ini, Roma berhasil mencetak dua gol, sementara Torino mencatatkan tiga gol. Devyne Rensch mencetak gol pertama pada menit ke-14, disusul oleh Zakaria Aboukhlal pada menit ke-23. Ché Adams mencetak gol kedua pada menit ke-35 dengan assist Nikola Vlasic. Di babak kedua, Mario Hermoso mencetak gol pada menit ke-46 dengan assist Leon Bailey. Valentino Lazaro mencetak gol ketiga pada menit ke-52, disusul oleh Ché Adams pada menit ke-52. Antonio Arena mencetak gol keempat pada menit ke-81 dengan assist Wesley.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Roma memiliki 61% penguasaan bola, dengan total 9 tembakan dan 4 tembakan on target. Sementara itu, Torino mencatatkan 39% penguasaan bola, dengan total 10 tembakan dan 5 tembakan on target. Roma juga mencatatkan 4 corner kicks, sementara Torino memiliki 5 corner kicks. Dalam hal pelanggaran, Roma melakukan 10 kali pelanggaran, sedangkan Torino melakukan 17 kali pelanggaran.
Evaluasi dan Perspektif Masa Depan
Meskipun Roma kalah dalam pertandingan ini, permainan mereka menunjukkan potensi yang besar. Perubahan strategi dan rotasi pemain telah membantu tim untuk tetap kompetitif. Di sisi lain, Torino menunjukkan kekuatan mereka di babak eliminasi dengan hasil yang memuaskan. Kedua tim akan terus memperbaiki diri untuk persaingan yang lebih ketat di masa depan.***





Saat ini belum ada komentar