NISN Online: Proses Pemeringkatan Siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemeringkatan siswa menjadi salah satu langkah penting dalam proses seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) 2026. Proses ini dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti nilai rata-rata mata pelajaran dan prestasi akademik lainnya. Tujuannya adalah untuk menentukan siswa yang layak mengikuti SNBP.
Mekanisme Pemeringkatan Siswa
Sekolah bertanggung jawab sepenuhnya dalam pemeringkatan siswa. Hal ini mencakup penilaian terhadap nilai rata-rata semua mata pelajaran selama semester sebelumnya, kecuali semester terakhir. Selain itu, prestasi akademik atau non-akademik juga dapat menjadi pertimbangan tambahan.
“Siapa saja siswa yang masuk daftar eligible nantinya akan ditentukan oleh pihak sekolah dan bukan panitia SNPMB,” ujar Eduart Wolok, Ketua Tim Penanggungjawab SNPMB 2026. Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan penuh dalam menentukan siapa saja siswa yang layak mengikuti SNBP.
Contoh Penerapan Pemeringkatan
Sebagai contoh, jika sebuah sekolah dengan akreditasi A memiliki kuota sekolah sebesar 40 persen dari total siswa kelas 12, maka jumlah siswa eligible bisa mencapai 60 orang. Namun, bagaimana tepatnya 60 siswa tersebut dipilih tetap menjadi kewenangan sekolah.
“Eduart menjelaskan, analoginya bisa saja terjadi karena kemungkinan tidak semua siswa eligible ingin ikut SNBP, tetapi justru ingin melanjutkan pendidikan tinggi lewat jalur lainnya,” tambahnya.
Kriteria Penilaian Siswa Eligible
Selain nilai rata-rata, beberapa sekolah juga mempertimbangkan prestasi akademik atau non-akademik. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki bakat di luar bidang akademik untuk diperhitungkan dalam pemeringkatan.
Namun, ada juga siswa yang merasa dirugikan karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh sekolah. “Jadi ini yang harus dipahami karena masih ada juga komplain ‘kok anak kami tidak eligible’ disampaikan ke panitia SNPMB, kami tidak bisa menjawab itu (karena menjadi kewenangan sekolah),” jelas Eduart.
Peran Sekolah dalam Pemeringkatan
Sekolah memiliki peran sentral dalam proses pemeringkatan siswa. Mulai dari pengumpulan data hingga penentuan siswa yang layak mengikuti SNBP. Dengan demikian, setiap sekolah memiliki kebijakan sendiri dalam menentukan kriteria pemeringkatan.
Persiapan Siswa untuk Mengikuti SNBP
Untuk memastikan siswa dapat mengikuti SNBP, sekolah juga melakukan pemeringkatan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Siswa yang termasuk dalam kategori eligible akan dimasukkan ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Proses ini sangat penting karena menjadi langkah awal dalam mendaftarkan siswa sebagai peserta SNBP. Oleh karena itu, siswa dan orang tua perlu memahami mekanisme pemeringkatan yang digunakan oleh sekolah.
Tantangan dalam Proses Pemeringkatan
Meski proses pemeringkatan telah diatur, masih ada tantangan yang dihadapi. Beberapa siswa merasa tidak puas dengan hasil pemeringkatan, terutama jika mereka merasa memiliki potensi yang cukup baik namun tidak masuk dalam kategori eligible.
“Kami tidak bisa menjawab itu (karena menjadi kewenangan sekolah), jadi penting bagi siswa dan orang tua untuk memahami bahwa penentuan siswa eligible sepenuhnya berada di tangan sekolah,” ujar Eduart.
Proses pemeringkatan siswa dalam SNBP 2026 merupakan langkah penting yang dilakukan oleh sekolah. Dengan memperhatikan berbagai aspek seperti nilai rata-rata dan prestasi akademik, sekolah dapat menentukan siswa yang layak mengikuti SNBP. Meski begitu, masih ada tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal kepuasan siswa dan orang tua terhadap hasil pemeringkatan. Oleh karena itu, penting bagi siswa dan orang tua untuk memahami mekanisme pemeringkatan yang digunakan oleh sekolah.***





Saat ini belum ada komentar