Cuaca Ekstrem di Indonesia: BMKG Peringatkan Surabaya Potensi Hujan Sedang dan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan deras disertai petir. Peringatan ini menjadi penting mengingat dampaknya bisa berujung pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, serta tanah longsor.
Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Menurut prakirawan cuaca BMKG, Afif Setiawan, sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami kondisi cuaca yang tidak menentu. Beberapa daerah seperti Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Denpasar, Mamuju, Kendari, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan akan diguyur hujan ringan. Sementara itu, wilayah seperti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Nabire akan mengalami cuaca berawan tebal hingga berkabut.
Di sisi lain, beberapa kota seperti Serang, Jakarta, Surabaya, Mataram, dan Makassar akan menghadapi hujan sedang. Sementara itu, Samarinda, Banjarmasin, Padang, dan Kupang akan mengalami hujan disertai petir. Dengan kondisi ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana alam.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor utama penyebab cuaca ekstrem saat ini. Adanya sirkulasi siklonik dari Samudera Hindia barat Sumatera hingga Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya turut memengaruhi potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua wilayah terkena dampak langsung, efeknya bisa dirasakan secara tidak langsung, termasuk dalam bentuk peningkatan intensitas hujan.
Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Dalam peringatan dini yang dikeluarkan, BMKG memberikan peringatan khusus untuk mayoritas daerah di Pulau Jawa serta Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Wilayah-wilayah tersebut diminta untuk siaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam 24 jam ke depan. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memperhatikan informasi cuaca secara berkala.
Rekomendasi untuk Masyarakat
BMKG menyarankan masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca melalui sumber resmi. Selain itu, pengguna jalan raya juga diminta untuk berhati-hati, terutama di daerah yang rawan banjir atau longsor. Di samping itu, masyarakat juga disarankan untuk menjauhi area yang berpotensi tergenang air, terutama jika terjadi hujan deras dalam waktu singkat.
Selain itu, pihak BMKG juga menyarankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah ketika cuaca ekstrem terjadi. Jika terpaksa harus keluar, pastikan membawa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera akibat cuaca buruk.
Peran BMKG dalam Pengurangan Risiko Bencana
Sebagai lembaga meteorologi nasional, BMKG memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana melalui pemantauan cuaca dan pengelolaan data iklim. Dengan informasi yang akurat dan cepat, masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Selain itu, BMKG juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan respons darurat dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Pemantauan dan prediksi cuaca oleh BMKG merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi bencana. Dengan adanya peringatan dini, harapan besar dapat diwujudkan dalam mengurangi kerugian baik dari segi jiwa maupun materi. ***

>

Saat ini belum ada komentar