Senyum Bahagia Hermanto Tanoko, Kinerja Keuangan RISE Mengalami Peningkatan Signifikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatat kenaikan laba yang sangat signifikan pada kuartal III 2025. Hal ini menunjukkan adanya momentum pemulihan bisnis di bawah kendali Hermanto Tanoko. Laba bersih perusahaan naik menjadi Rp51,92 miliar per 30 September 2025, meningkat sebesar 102,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,64 miliar. Peningkatan ini juga mengakibatkan laba per saham dasar meningkat menjadi Rp4,74 dari sebelumnya Rp2,34.
Pertumbuhan Pendapatan Usaha yang Mencengangkan
Peningkatan laba tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp294,14 miliar, meningkat sebesar 30,78% dibandingkan pendapatan pada kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp224,91 miliar. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp164,28 miliar dari Rp114,53 miliar, RISE masih berhasil membukukan peningkatan laba kotor menjadi Rp129,85 miliar, jauh lebih tinggi dari Rp110,38 miliar setahun sebelumnya.
Efisiensi Operasional yang Menyelamatkan Laba
Di sisi operasional, RISE berhasil menekan beberapa pos beban. Beban penjualan turun menjadi Rp16,24 miliar dari Rp19,03 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp68,44 miliar dari Rp72,47 miliar. Efisiensi ini membuat total beban usaha turun menjadi Rp84,69 miliar dari Rp91,5 miliar. Akibatnya, laba usaha melonjak menjadi Rp45,16 miliar, jauh di atas Rp18,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perubahan dalam Posisi Keuangan dan Pendapatan Lainnya
Dalam pos keuangan dan pendapatan lainnya, RISE mencatat beban keuangan sebesar Rp15,53 miliar, sedikit meningkat dari Rp14,55 miliar. Kontribusi entitas asosiasi turun menjadi Rp15,64 miliar dari Rp18,74 miliar, sementara pendapatan bunga turun tipis ke Rp8,3 miliar. Namun, perusahaan mulai memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp12,57 miliar, yang sebelumnya tidak memberikan kontribusi. Setelah memperhitungkan selisih kerugian efek portofolio sebesar Rp2,76 miliar, laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp55,12 miliar dari sebelumnya Rp30 miliar.
Struktur Modal yang Semakin Kuat
Dari sisi neraca, struktur permodalan RISE semakin solid. Ekuitas naik menjadi Rp2,73 triliun dari Rp2,6 triliun pada akhir 2024. Liabilitas turun menjadi Rp769,25 miliar dari Rp814,07 miliar, sedangkan total aset meningkat menjadi Rp3,5 triliun dari Rp3,42 triliun.
Pengaruh Terhadap Sektor Properti
Peningkatan kinerja keuangan RISE menunjukkan adanya optimisme terhadap sektor properti di tengah kondisi pasar yang dinamis. Dengan strategi yang tepat dan pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan mampu bertahan dan bahkan tumbuh meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.
Kinerja keuangan RISE pada kuartal III 2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil melewati masa sulit dengan pertumbuhan yang signifikan. Penurunan beban operasional serta peningkatan pendapatan usaha menjadi faktor utama dalam pencapaian ini. Dengan struktur modal yang semakin kuat, RISE siap menghadapi tantangan di masa depan dan tetap menjadi salah satu pemain penting di sektor properti. ***

>

Saat ini belum ada komentar