Persiapan Garansi Keamanan Jangka Panjang untuk Ukraina
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pihak Amerika Serikat telah mengusulkan kepada Ukraina untuk memberikan garansi keamanan jangka panjang selama 15 tahun, yang dapat diperpanjang. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Ukrainia Volodymyr Zelensky setelah pertemuan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Dalam konferensi pers virtual, Zelensky menyatakan bahwa ia berharap garansi tersebut bisa diperpanjang hingga 30 hingga 50 tahun. Meskipun Trump tidak memberikan jawaban pasti, ia menegaskan akan mempertimbangkan permintaan tersebut.
Persyaratan untuk Membatalkan Kebijakan Darurat Militer
Zelensky menekankan bahwa pemberian garansi keamanan adalah salah satu syarat penting untuk mencabut kebijakan darurat militer yang telah berlaku sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Ia menjelaskan bahwa garansi ini harus mencakup mekanisme serupa dengan Pasal 5 NATO, yang menjamin bantuan mutual dalam kasus agresi. Namun, ia belum merinci isi dari garansi tersebut secara spesifik.
Peran Tropis Internasional dalam Keamanan Ukraina
Dalam pertemuan tersebut, Zelensky juga menyampaikan pendapatnya tentang kemungkinan penempatan pasukan internasional di Ukraina. Ia menilai hal ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan rasa aman bagi warga dan investor. Meski Kremlin sebelumnya menolak ide ini, Zelensky percaya bahwa kehadiran pasukan internasional akan menjadi bentuk jaminan keamanan yang nyata.
Rencana Bantuan Ekonomi dan Perdagangan
Selain itu, Zelensky juga membahas rencana bantuan ekonomi untuk pembangunan kembali Ukraina bersama perusahaan-perusahaan AS. Ia juga menyebutkan kemungkinan adanya kesepakatan perdagangan bebas antara Ukraina dan Amerika Serikat. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendukung stabilitas ekonomi negara tersebut.
Isu Terbuka yang Masih Menjadi Tantangan
Meskipun ada kemajuan dalam pembicaraan, Zelensky menyebut dua isu utama yang masih belum terselesaikan. Pertama, masalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di selatan Ukraina. Kedua, isu wilayah yang terkait dengan klaim Rusia atas sebagian wilayah Ukraina. Ia menegaskan bahwa semua rencana damai harus disetujui oleh Kyiv, Moskow, Washington, dan Eropa.
Tindakan Militer Rusia dan Pengakuan Palsu
Di tengah ketegangan, Rusia melanjutkan serangan terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, yang menyebabkan pemadaman listrik di lebih dari satu juta rumah. Selain itu, Rusia juga mengklaim telah menguasai dua kota baru di timur Ukraina. Zelensky menilai tindakan Rusia tidak sejalan dengan pernyataannya yang dianggap damai saat berbicara dengan Trump. Ia menegaskan bahwa sampai saat ini, pejabat Rusia belum menunjukkan niat untuk menghentikan perang.
Klaim Rusia atas Serangan Drone
Rusia menuduh Ukraina melakukan serangan drone terhadap kediaman Vladimir Putin di Novgorod. Klaim ini dibantah oleh Zelensky, yang menilai bahwa pengakuan tersebut adalah “kebohongan” yang digunakan untuk membenarkan tindakan balasan. Ia menegaskan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan terhadap ibu kota dan bangunan pemerintah.
Upaya Diplomasi dan Harapan untuk Solusi Damai
Zelensky menekankan pentingnya pertemuan antara pejabat AS dan Eropa dalam waktu dekat. Ia juga kembali menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan referendum di Ukraina sebagai alat untuk menerima kondisi damai yang ditawarkan. Ia percaya bahwa referendum akan menjadi alat kuat untuk memastikan bahwa rakyat Ukrainia menerima solusi yang ditawarkan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar