Perjalanan Karier Edinson Cavani: Striker yang Tetap Rendah Hati
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 30 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Edinson Cavani, striker legendaris asal Uruguay, resmi mengakhiri kariernya di sepak bola profesional pada usia 38 tahun. Meski tidak selalu menjadi pusat perhatian, ia meninggalkan warisan sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola. Dengan pengalaman bermain di klub-klub elite Eropa dan tim nasional Uruguay, Cavani menunjukkan ketekunan dan dedikasi yang luar biasa.
Kehidupan Sepak Bola yang Penuh Prestasi
Cavani memulai kariernya di Palermo sebelum bergabung dengan Napoli, tempat ia mencetak banyak gol dan menjadi pemain penting. Di Napoli, ia membantu klub meraih posisi kedua di Serie A dan memenangkan gelar sepatu emas. Setelah itu, ia pindah ke Paris Saint-Germain (PSG), di mana ia menjadi bagian dari trio penyerang yang kuat bersama Neymar dan Kylian Mbappé.
Meskipun sering kali berada di bawah bayang-bayang bintang besar seperti Neymar dan Mbappé, Cavani tetap menunjukkan performa yang luar biasa. Ia mencetak banyak gol dan menjadi mentor bagi pemain muda. Di PSG, ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub sebelum kedatangan Mbappé.
Masa di Manchester United dan Pengalaman Baru
Setelah meninggalkan PSG, Cavani bergabung dengan Manchester United pada 2020. Meskipun usianya sudah cukup tua, ia langsung membuktikan bahwa ia masih bisa memberikan kontribusi besar. Ia mencetak 17 gol dalam 59 pertandingan dan membantu MU mencapai final Liga Europa 2021. Salah satu momen paling menonjol adalah gol jarak jauhnya melawan Fulham dan brace melawan AS Roma.
Pengalaman di Inggris membuka jalan bagi Cavani untuk bermain di Spanyol dan akhirnya kembali ke Amerika Selatan. Ia memutuskan untuk gantung sepatu setelah bermain untuk Boca Juniors.
Sikap Rendah Hati yang Langka
Salah satu hal yang membuat Cavani istimewa adalah sikap rendah hatinya. Meskipun memiliki prestasi yang luar biasa, ia tidak pernah menginginkan sorotan utama. Ia lebih memilih menjadi pelengkap daripada menjadi pusat perhatian. Ini adalah sikap yang jarang ditemukan di dunia sepak bola modern.
Penutupan Kariernya yang Tenang
Dalam pernyataannya, Cavani menyampaikan rasa terima kasih kepada sepak bola karena telah membentuk dirinya. Ia mengaku pergi dengan damai dan yakin bahwa ia telah memberikan segalanya di setiap sesi latihan dan pertandingan. Meskipun tidak selalu mendapat penghargaan yang layak, Cavani tetap diingat sebagai salah satu striker terbaik sepanjang masa. ***





Saat ini belum ada komentar